Sistem Sign-In Harian
"Baik. Kalau begitu... Kemuliaan seorang bangsawan tidak diwariskan, melainkan direbut."
"Ha! Itu baru semangat yang kumaksud, Saudaraku! Ayo, kita hening sebentar untuk ibumu, lalu kita tinggalkan tempat pesakitan ini," tawa Reyhan, menggiring Hendra kembali menghadap altar.
Setelah memberikan penghormatan terakhir yang khusyuk, Reyhan tidak membiarkan Hendra berlama-lama tenggelam dalam melankoli. Ia segera menarik bahu sahabatnya itu dan melangkah keluar.