Istri Pilihan Oma
Hatinya terasa berat, tapi ia mengangguk pelan.
Oma menarik napas dalam, lalu memejamkan mata lagi, seolah ingin menutup semua suara di luar ruangan ini.
Zahra membetulkan selimut yang menutupi tubuh Oma.
“Kalau begitu… Zahra izin sebentar, ya, Oma. Zahra sekalian mau ambilkan bubur supaya Oma bisa minum obat setelahnya.”
“iya, Sayang. Tapi cepat kembali, ya.” Mata Oma terbuka sedikit, suaranya melemah namun masih penuh kasih.
Hot Chapters