Cintai Aku
Nada suaranya tak bisa menyembunyikan rasa antusias yang tiba-tiba muncul.
“Iya, Tuan. Pijit-pijit saja.”
“Apanya yang dipijit?” Rivano makin mendekat, matanya penuh penasaran, nyaris seperti bocah yang bertanya rahasia besar.
Bi Imah tidak tahan lagi, tawanya pecah kecil. “Itunya, Tuan, dipijit-pijit…”
Rivano langsung mendengus, wajahnya memerah. “Ah, Bibi.” Ia tahu dirinya sedang digoda.
Bab Populer