Ceo Menikahi Gadis Desa
Bapak Husna menenangkan
" Iya Pak!"
Husna kembali ke kamar, matanya tidak bisa menahan air yang jatuh. sedih, kecewa, semua menjadi satu. Bagaimana mungkin Dia akan menikah dengan laki-laki yang pernah Ia temui sepuluh tahun lalu, bahkan wajahnya saja Husna tidak ingat!Husna takut perjodohan ini akan membuatnya sengsara. apalagi dengan Pria yang berasal dari kota. " Ya Allah, apakah ini yang terbaik untuk Saya?" Husna meratap tersedu-sedu. Dia ingin melawan, tapi wajah orang tuanya sangat bahagia Dia pun memilih diam dan patuh.
Husna terlelap dalam linangan air mata, dia hanya bisa berdoa semoga kabar bahagia untuk orang tuanya ini menjadi kebahagiaan untuknya kelak.