Di Balik Rupa Burukku
Air mataku tidak tertahan bercucuran hingga merabunkan pandangan, kepalaku berdenyut sakit sehingga aku hilang kesadaran.
Terdengar suara gelak tawa, suara-suara wanita mendayu-dayu begitu genit, aku membuka mata perlahan. Pandanganku masih kabur, namun aku tahu kini berada di sebuah dipan beralaskan tikar pandan, tidak ada kasur atau bantal yang menopang tubuhku. Sekujur tubuhku terasa sakit, aku kembali meratapi nasib sial yang menimpaku. Harusnya aku sadar, kondisiku belum aman dari para bajingan itu, aku tidak perlu berkeliaran seperti ini. Namun nasi sudah jadi bubur, aku hanya bisa pasrah menerima musibah ini, sambil menunggu kejaiban semoga Allah masih menyelematkan aku dari bencana y
Hot Chapters