Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bright Pearl

Bright Pearl

Memikirkan bagaimana perasaan Wang Mo Ryu sekarang, membuat Ming Zhu merasa lebih nyaman dengan ketidaksadaraannya kemudian. Pagi hari, Warna keemasan memenuhi bola mata. Bergoyang dan terlihat lembut. Indah, yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ming Zhu terdampar di ladang gandum yang tidak terlihat ujungnya. Ketika sekali lagi menatap tegak lurus ke atas, warna biru jernih membuatnya kecewa. Yueliang Palace tidak terlihat. Tidak ada petunjuk jalan pulang dan tidak ada siapa-siapa di sana.
103.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 86 Beses bilang blueberry eyes
Read
+Library
EMERALD

EMERALD

Tolong Alin. Alin takut dengan hujan, Alin takut dengan suara geludug yang sangat kencang ini, Alin takut kilatan petir yang jelas terlihat di mata itu. Alin takut kalau hujan akan kembali membawa Alin lagi. Alin takut hujan kali ini akan jahat pada Alin. Alin menangis histeris, ia sangat trauma dengan hujan, ia tidak sanggup. Ada kejadian yang ia takut, ia tidak bisa melupakan kejadian itu. Hal itu sangat melekat di ingatannya
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 63 Beses bilang blueberry eyes
Read
+Library
I Am Your Eyes

I Am Your Eyes

Pak Imam bukanlah orang yang suka marah atau galak, hanya saja tatapan mata pak Imam terlihat tajam serta mengintimidasi dalam satu waktu. Itu yang membuat pak Imam disegani oleh banyak orang. Tapi tentu pak Imam adalah orang yang baik hati lagi murah senyum. Aku tersentak saat ada yang menepuk pelan bahuku. Menoleh untuk melihat siapa pelakunya, seorang gadis cantik berambut sebahu yang seingatku bernama Agatha tengah menatapku datar. Aku sampai menelan ludah dibuatnya.
2.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 97 Beses bilang blueberry eyes
Read
+Library
Ei-Bree My Betelgeuse

Ei-Bree My Betelgeuse

Vyas Cornanilaerebuselevi lestari
Alhasil, tidak ada lagi yang memprotes keputusannya. Kondisiku memprihatinkan. Cermin di kamar mandi rumah Bree juga tidak membantu. Kedua mataku bengkak dan ungu. Garis-garis merah yang nampak di pipiku yang kelihatannya translusens membuat jantungku ngilu. Sekeras apa Yuda menggebukiku? Bahu, lengan, dada, dan rahangku juga membiru—bukan, mengabu. Ya, sudah nyaris hitam warnanya.
104.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 153 Beses bilang blueberry eyes
Read
+Library
Tears

Tears

imbuh Raven lagi. Raven kembali memandangi wajah cantik putrinya dengan penuh kerinduan. Raut wajah anak gadisnya ini memang benar-benar jiplakan Celine. Hanya hidup mancung khas keluarga Al Rasyid dan warna coklat brandy kornea matanyalah, warisan darinya. Walaupun ia sudah menjelaskan panjang lebar mengenai kehadirannya, tetapi seperti kemarin, air muka putrinya datar-datar saja. Ekspresi wajahnya memang tidak bisa ditebak. Ibell hanya diam saja. Ibell hanya diam sembari sibuk mengikat keranjang kue di atas sepeda. Raven tidak mau kalah. Ia pun membantu Ibell mengikat keranjang kuenya pada sepeda tua putrinya erat-erat, dengan tali berbahan karet. Air matanya rasanya sudah menggantung di s
1078.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang blueberry eyes
Read
+Library
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Menari-nari sambil pakai rok balet lucu kali ya? Sumpah ya mimpiku ini Disney banget, kayak film berbi-berbian itulah. Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan sebuah sungai di bawah awan. Sungainya warna merah muda kayak susu Ultramilk Stoberi, jadi haus. Coba dikit ah, pasti seger nih. Tapi sebuah siluet dari balik awan itu perlahan menjadi nyata. "Dru ... ," desahku pelan karena siluet itu mirip dengan tubuh Mas Dru.
1015.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 515 Beses bilang blueberry eyes
Read
+Library
Cahaya Biru

Cahaya Biru

tanyaku lagi, suaraku sedikit lebih keras, mencoba mendapatkan perhatian Biru yang kelihatan menghindari pertanyaan itu. "Bukan urusan lo!" jawab Biru dengan nada tajam, matanya menatap lurus ke depan seolah mencoba menyembunyikan sesuatu. Ada luka baru yang terlihat di lengannya, berdarah dan belum diobati. Tubuhnya tegap, namun mata yang sembab dan wajah yang pucat menunjukkan lelah yang mendalam dan mungkin cerita yang lebih dalam lagi yang ia simpan sendiri dalam kegelapan malam itu.
1.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 47 Beses bilang blueberry eyes
Read
+Library
Iveryne ; Mitos Pedang Iblis

Iveryne ; Mitos Pedang Iblis

“Aku akan mengikutimu, dan membantumu mulai hari ini.” Iveryne meliriknya dengan embun-embun tipis di antara netra biru cemerlang yang menampikkan kilauan layaknya kristal di bawah pantulan cahaya indah, dia terkekeh, menetralkan emosional berlebihan. “Mata tidak berbohong, berry kecil. Kamu selalu tahu seseorang lewat matanya, bagaimana caranya melihatmu, kamu akan selalu tahu.”
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 55 Beses bilang blueberry eyes
Read
+Library
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

Sampai akhirnya ia mengangkat kotak softlense dan membuka kemasannya. “Nah … kalau untuk dandanan seperti ini, makeup mata aku bakal lebih ekspresif kalau pakai softlens.” Sully memindahkan softlense ke mangkuknya. “Ini softlense yang biasa aku pakai. Mereknya GREEN EYES. Tuh, lihat … cakep banget, kan? Yang aku pakai ini warna abu-abu, ya …. Buat yang mau samaan dengan aku, bisa langsung klik link di bawah ini.” Sully menunjuk bagian bawah layar ponselnya, kemudian melambaikan tangan.
10821.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 23.8K Beses bilang blueberry eyes
Ipakita ang mga Review (334)
Read
+Library
evvimn
entah berapa ratus ribu rupiah yang saya habiskan untuk membeli koin untuk membaca buku ini... Tapi semua itu worthed, bukunya bagus banget... saya bisa nangis, tertawa, senyum senyum sendiri ketika membaca buku ini....
Maxime & Reina 🩵
Aku baca bulan september 2024. Gak sengaja baca ternyata se keren itu, semenyentuh itu, sosok wira dan sulis bner bner luar biasa. Makasih kak atas karya nya.. Semoga ngga hilang kalo mau baca lagi.. 🩵🩵............
Basahin ang Lahat ng Review
BALADA SANG MANDARA

BALADA SANG MANDARA

Cermin besar dalam kamar Sapphire itu membiaskan bayangan gadis itu yang duduk menatap kesana. Jangan salah, itu masih Ariza. Gadis itu memakai kalung bermata biru safir itu di lehernya. Kalung itu memancarkan cahaya biru sesaat kemudian meredup. Ariza melepaskan softlens dimatanya. Menampilkan iris biru yang terang bagai samudra. Pelan, dia beralih ke mata lainnya, melepas softlens yang tersisa dengan hati-hati dan membuangnya ke tempat sampah. Ya, dia tidak akan memakai sepasang softlens lebih dari satu kali. Ariza kembali menoleh pada cermin, meraih sisir dan berniat menyisir. Namun gerak tangannya terhenti. Ariza mengerjabkan matanya berulangkali, dan mendekatkan wajahnya ke cermin.Dia
4.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 142 Beses bilang blueberry eyes
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status