Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Oleh-oleh dari Mertua

Oleh-oleh dari Mertua

Bagian 3 Ketika sudut mataku menghangat, kubiarkan ia mencair. Menjadi tegar bukan berarti tidak boleh menangis. Menangis bukan pula berarti cengeng. Kita hanya perlu menakar porsi, memilih waktu dan tempat yang tepat. Menangis adalah caraku meluruhkan gumpalan di dada bersama air mata, lalu membuangnya bersama setiap tetes yang jatuh.
9.9370.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai tears dry on their own
Tampilkan Ulasan (47)
Baca
+Pustaka
Anies
baca cerita ini 2th lalu tapi pas bab terakhir aku gak berani baca waktu itu takut sad ending tapi hari ini aku baca lg beberapa bab terakhir dan beraniin buka bab Tamat'nya dan aku menyesal sudah parno duluan ternyata semua gak seperti yg aku bayangkan.. cerita author memang selalu luar biasa
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Tears

Tears

Ternyata sisi kebaikan didirinya belum seratus persen punah. "Pak. Bapak tahu kalau manusia itu memiliki tiga jenis air mata. Yaitu air mata basal, air mata refleks dan air mata emosi tangisan. Air mata basal itu terjadi untuk membasahi dan menjaga kelembaban mata. Air mata refleks terjadi ketika ada benda-benda asing membuat ititasi. Misalnya uap bawang atau gas air mata. Sedangkan tangisan karena emosi itu terjadi karena peningkatan lakrimasi dalam tekanan emosi. Dan apakah Bapak tahu, air mata itu tidak akan pernah bisa habis. Bapak ini seorang dosen. Jangan sembarangan membuat statement yang tidak valid." Ibell tidak sadar kalau saat ini dia bahkan sudah memeluk erat tubuh Arkan dan meny
Bab Populer
1078.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai tears dry on their own
Baca
+Pustaka
WHEN TEARS FALL INTO RAIN

WHEN TEARS FALL INTO RAIN

Nanda segera menggunakan payung yang dibawanya untuk melindungi tubuh Eesha yang basah oleh air hujan. “A. . .ku. . . ada yang ingin aku tanyakan padamu?” Eesha berbicara dengan bibir bergetar ketika mulai merasakan dinginnya hujan mulai dirasakan tubuhnya. “Jangan katakan, kamu rela basah oleh hujan hanya karena kamu ingin bertanya dari mana aku mengetahui lagu itu?”
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai tears dry on their own
Baca
+Pustaka
The Love MILLION tears

The Love MILLION tears

Tatapan begitu tulus yang tak pernah Ken berikan sebelumnya selama bersama Grace. "Apa kau lupa? Kau pernah mengatakan padaku bahwa kau akan membuat air mataku mengering. Kau akan membuatku menumpahkan sejuta air mata. Apa kau lupa Ken?" Suara serak Grace selalu mengingat kata itu. 'aku akan membuat air matamu mengering Grace , akan ku buat kau menumpahkan sejuta air mata yang akan tertetes dari mata indahmu' Tentu saja Ken teringat janji itu.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai tears dry on their own
Baca
+Pustaka
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Anak memang peniru yang hebat. "Menangis juga punya manfaat, Sayang. Selain meluapkan rasa bahagia atau sedih dalam tubuh, air yang dikeluarkannya, bisa melembabkan mata agar terhindar dari kering dan iritasi, juga sebagai nutrisi pada mata." Entah anak itu paham apa tidak, dia terlihat mengangguk-angguk.
9.757.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai tears dry on their own
Baca
+Pustaka
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

Begitu pun kedua tangan besarnya, selalu siap menyeka air yang jatuh dari sudut mata Tiara. "Sudah kubilang jangan hapus air mataku, hal itu hanya membuatnya semakin manja. Aku sudah terbiasa mengabaikan tangis hingga mereda dan mengering dengan sendirinya," sergah Tiara kala tangan Bima mendekat. Namun, Bima sama sekali tak menghiraukan. Entah mengapa sekarang perih turut menyiksa setiap melihat tangis Tiara.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai tears dry on their own
Baca
+Pustaka
Nafkah Yang Salah

Nafkah Yang Salah

Air matanya tumpah dengan sendirinya. "Maafkan Mas. Maafkan Masmu ini yang tidak berguna. Kamu seperti ini tapi Mas gak peduli. Besok kita ke dokter, untuk memeriksakan kondisimu, ya?" kata Dani. Ia mendongak, agar matanya berhenti mengalir. Tangis Risa pun pecah. Ia memeluk Dani, menumpahkan segala lara yang ia pendam sendiri selama ini.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai tears dry on their own
Baca
+Pustaka
The Tears I Shed

The Tears I Shed

Tawa terlihat muncul yang seketika kembali tersaput kesedihan. "Saya bukannya ingin memancing pujian. Tapi saya merasa wajah ini biasa-biasa saja. Saya—saya tidak mengenali wajah saya sendiri. Bagaimana ini? Bagaimana?" Mata segelap onyx itu mulai bermozaik dan bersiap-siap akan mengeluarkan air mata. "Jangan! Anda sudah tahu bahwa saya tidak suka melihat air mata wanita. Atau saya akan pergi!"
1033.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tears dry on their own
Baca
+Pustaka
Im Sorry Mama!

Im Sorry Mama!

ucap Zara lirih, memejamkan matanya dan kembali air mata itu mengalir tanpa dia minta. Kesedihan ternyata tak hanya membuat air matanya mengering tapi tengorokannya juga ikut mengering. Dia mengambil teko air yang ada di meja rias nya, teko itu sudah kosong dan harus kembali di isi. Zara terdiam,bibirnya kini bungkam sedang pikiranya berkenala jauh ntah kemana. Tak tahu apa yang dia pikirkan, kakinya melangkah keluar dari kamar. Menuruni tangga dengan gelas kosong yang di gengamnya.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai tears dry on their own
Baca
+Pustaka
TEARS of WITNESS

TEARS of WITNESS

BYURRRRRR! Katnis menggigil kala air mengguyur sekujur tubuhnya. Dia membersihkan ujung kaki sampai ke kepala dengan sentuhan lembut bercmpur sabun. "Nikamat sekali rasanya," ungkap Katnis. Katnis membasuh kembali tubuhnya dengan air, membilas sampai bersih hingga tak sedikitpun sisa sabun menempel.
105.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai tears dry on their own
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status