Kristal Jiwa Raja Naga
Raja Hangga Wijaya bergegas pergi ke arah meja, menyambar guci air minum, menuangkan secawan untuk diberikan kepada sang permaisuri.
Pria itu menyuapi istrinya dengan tangan bergetar. "Dinda, minumlah!"
Masih sambil terbatuk-batuk, permaisuri menerima suapan air dan meminumnya dengan sedikit terburu-buru dan ia batuk lagi.
"Yang sabar, Dinda. Tidak ada yang yang akan merebut milikmu." Raja Hangga Wijaya kembali menggoda sang permaisuri.