Bocilnya Mas Duda
Masih dengan sisa tawa, "Baiklah, aku menerima."
Pak Bagas berdiri, "Kita lihat di kulkas, semoga ada biskuit untuk camilan."
"Lulu buatkan kopinya."
"Saatnya minum kopi ronde kedua!" Seru Pak Bagas.
Ah, aku lupa jika sore tadi Pak Bagas sudah minum kopi. "Mau Lulu ganti dengan teh?"
"Pria harus menepati janjinya, Lu!"
"Terserah saja, tapi jika Pak Bagas tidak bisa tidur jangan salahkan Lulu!"