Jodoh Di Tangan Papa
kata Arsha yang sedang memilih bodymist di toko yang berada di sebelah butik yang baru saja selesai ia jelajahi.
“lo enggak capek? Makan siang dulu yuk?” Fabian mengelap peluhnya, tangannya penuh dengan paperbag belanjaan Arsha.
“Wangi enggak, Bian?” Bukannya menanggapi Fabian, Arsha malah bertanya mengenai bodymist yang tengah dipilihnya.
“Lo cocok yang itu tuh, lebih seger wanginya!” kata Fabian memberi saran.
“Oke, gue beli ini!” Arsha membawa beberapa keperluan mandi beserta bodymist ke kasir.