Friend with Benefit (Bahasa Indonesia)
“Merindukannya? Merindukan siapa? Temanmu yang bernama Yogie itu?”
Elena menggeleng cepat. “Merindukan sentuhannya.” Dan setelah itu, Elena beranjak ke kamarnya, ia lalu membersihkan diri dan membereskan pakaiannya. Ia harus segera pulang, ia harus bertemu dengan obatnya. Ya, sentuhan Yogie sudah seperti air yang meredakan dahaganya, seperti obat penghilang rasa sakit ketika ingatan kelamnya kembali menjangkiti pikirannya.
-TBC-