Hadiah Kelulusan dari Ayah Angkat
Aku terpaksa menengadahkan kepala, menatap matanya yang dalam tanpa dasar, dipenuhi emosi yang tidak kumengerti.
"Hari ini, kita coba cara lain."
Dia menggenggam tanganku, membawaku ke sudut kantor di depan sebuah alat peraga tubuh manusia.
Alat peraga itu model pria dengan skala 1:1, dengan otot-otot yang tegas, dan setiap organ tubuhnya dibuat sangat mirip aslinya.
"Kamu masih belum hafal sistem konduksi, 'kan?" Dia memelukku dari belakang, dadanya yang hangat menempel di punggungku, satu tangannya menggenggam tanganku, sementara tangan lainnya ....