PERKARA UANG 300 RIBU
" balasku geram. Tak kusangka Mbak Ida seperti ini. Jika saja bukti transfernya ada, aku tak akan ngeyel seperti ini. Uang 300 ribu sangatlah berarti bagiku. Butuh berbulan-bulan aku mengumpulkannya dari sisa uang belanja dapur dan uang saku kedua putriku, tapi, uang itu malah lenyap tak kembali karena Mbak Ida. Menyesal waktu itu aku meminjamkannya.
[Terserah! urusan kita udah selesai, ya, Mbak. Lagian uang 300 aja dibikin panjang, kok ya kebangeten kamu, Mbak, Mbak! pantes aja hidupmu sulit gak ada kemajuan, wong medit itu rezekinya sempit!] Mbak Ida kembali membalas dengan kata-kata yang begitu menyakitkan. Aku sampai menangis saat membaca kalimat itu. Prasangkaku semakin kuat jika benar
Hot Chapters