Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Berbalut Dendam

Cinta Berbalut Dendam

Gayanya persis kayak burung merpati, sangat jinak, tapi saat akan ditangkap langsung terbang menjauh. Tanpa sadar, baby Celine kini sudah mendekati jalan raya yang khusus dilalui gowesir atau pesepeda-sepeda, dia tak sadar kalau jalan itu lagi rame, dengan berlalu lalangnya warga yang aseek naik sepeda.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai budak jalanan
Baca
+Pustaka
Mabuk Janda

Mabuk Janda

Tubuhku yang basah itu tampak mengkilap oleh cahaya bulan. Akhirnya Aku menjejakkan kaki di jalan raya. Lebih tepatnya daerah pemukiman penduduk. Cahaya lampu jalan menyinari luka yang sekarang sudah terlihat jelas. Darah segar mengalir deras dari bekas gigitan ular tersebut. Dengan langkah yang terseok-seok, Aku berjalan menuruni jalan yang landai. kawasan perkampungan itu terlihat sepi. Memang kalau sudah malam begini khawasan hutan memang sangat sepi.
9.9209.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai budak jalanan
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Bisa bahaya kalau kebut-kebutan di jalanan yang licin kan? Dari arah berlawanan ada seorang wanita paruh baya yang menyalip truk dan memotong jalan. Sena tersentak seketika. Hampir saja wanita paruh baya itu menabrak motornya. "Astagfirullah." Sena hanya bisa beristighfar. Yang diwaspadai Sena di jalanan bukanlah truk, bus, atau kendaraan besar lainnya, tapi kaum emak-emak yang suka seenaknya sendiri saat berkendara.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai budak jalanan
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

Keriuhan jalanan, pengamen dan pengemis yang tak perduli tubuhnya diguyur tetesan air, pedagang asongan yang menawarkan jualannya pada tiap kendaraan baik roda dua maupun empat. Anak-anak kecil yang tak perduli pada bahaya jalanan, tertawa lebar dengan alat musik seadanya menghampiri kendaraan dan memperlihatkan wajah kecewa saat tak seorangpun membuka kaca untuk nyanyian mereka yang sumbang namun jujur. "Habis pulang merantau ya, Mbak?"
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 572 kali sebagai budak jalanan
Baca
+Pustaka
Degrees Of Intimacy

Degrees Of Intimacy

Malam itu, Jakarta terasa lebih menyesakkan dari biasanya. Hujan yang turun bukan lagi sekadar gerimis, melainkan badai yang membasahi jalanan ibu kota. Nika memacu napasnya, langkah kakinya yang mengenakan sneakers kotor mencipratkan air di sepanjang jalan setapak menuju gedung Teknik lama di area kampus Jakarta. Ia tidak bisa menggunakan akses utama; pikirannya bekerja cepat memetakan jalur tikus yang biasa digunakan mahasiswa untuk menghindari patroli keamanan kampus.
10400 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai budak jalanan
Baca
+Pustaka
JALAN KEKEKALAN ABADI

JALAN KEKEKALAN ABADI

Setelah matahari sedikit naik ke atas, mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju suku tanduk api yang masih cukup jauh dari tempat mereka berada saat ini. Jalur pedagang yang mereka gunakan melewati hutan yang lebat dan karena sering dilewati oleh pedagang membuat jalur ini jarang terlihat monster yang berkeliaran. Namun pada saat ini jauh di depan mereka, terlihat sebuah pohon besar yang menghadang jalan mereka.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai budak jalanan
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Ayah Mertua

Terjerat Hasrat Ayah Mertua

Di sepanjang jalan ini pun, Adelio banyak menangkap sisi kehidupan lain di luar hidup kakunya. Dia melihat bagaimana orang-orang tertawa di trotoar, musisi jalanan yang bernyanyi dengan gitar usang, dan aroma kopi yang bercampur dengan asap knalpot. Hal-hal yang biasanya dia anggap sebagai polusi, entah mengapa terasa sedikit lebih 'hidup' sekarang. “Pak, satu lagi ya! Jajan terakhir sebelum menyentuh dua jam. Itu ada es goyod!” Laura menunjuk sebuah gerobak di pojok jalan.
10139.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai budak jalanan
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Tajir

Terpikat Janda Tajir

Begitu juga Bonar, mendapat nilai yang sama dengan jaja. Bugh! "Allahu akbar!" Pekik Jaja kaget, ia tanpa sengaja bertabrakan dengan sesama pejalan kaki. "Are you ok?" "Im oke, sir. Don't worry." Jaja memungut martabak yang berhamburan di lantai trotoar. Lelaki bule paruh baya yang menabrak Jaja, memperhatikan Jaja dengan seksama.
9.4138.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai budak jalanan
Baca
+Pustaka
Budak Ranjang Sang Mafia

Budak Ranjang Sang Mafia

Seharusnya merawat pria mabuk itu bukan bagian dari pekerjaannya sebagai seorang pelacur kelas atas yang selalu memanjakan pria-pria kaya raya, dan juga para pejabat kota. "Oh come on, Aston. Aku tidak bisa terlalu lama bersama denganmu di sini. Kau benar-benar membuatku merasa jengkel, aku bukan pembantu yang harus mengurus masalah muntahanmu, bodoh!" seru Lana--nama wanita malam--dengan nada kesal.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai budak jalanan
Baca
+Pustaka
Ketika Sang Adipati Berlutut di Bawah Kakiku

Ketika Sang Adipati Berlutut di Bawah Kakiku

Menyewa kereta dari luar bisa menurunkan risiko. Kami berjalan melewati jalanan utama Beizhou yang ramai, Jalan Bailiang. Sekarang sudah mendekati festival musim semi, mungkin sekitar beberapa minggu lagi pada awal musim semi. Semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Aku memperhatikan jalanan yang dipenuhi orang. "Omong-omong, memangnya tidak apa membiarkan Tang'er di markas pasukanmu?" aku bertanya memecah hening.
1046.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai budak jalanan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status