Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

“Lalu apa yang istimewa dengan hari ini? Kiriman bunga dan bendera kuning itu? Saya masih belum paham, Pak,” “Hari ini adalah tanggal kematian siswa yang tewas terbunuh itu, Bram.” Kuembuskan napasku yang sempat tertahan. Jadi benar perasaan resahku tadi, bahwa ada sesuatu yang tidak beres hari ini. Kupilih bergegas pergi ke kelasku untuk menghilangkan gelisah.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai buket hari guru
Baca
+Pustaka
Klandestin

Klandestin

Si kepala sekolah segera menelpon, entah kemana Batara tak ingin tahu. Tak berselang lama datang seorang guru perempuan berumur sekitar 30-an. Wajahnya sedikit jutek dengan alis hitam yang kontras sekali. "Duh, nih guru kagak punya kaca apa yak. Dandan kok aneh banget," cerca Batara dalam hati, mana berani ia bicara langsung, yang ada bisa kena masalah di hari pertama masuk. "Nak Batara silakan ikut Bu Santi, beliau yang mengajar di kelas kamu hari ini."
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai buket hari guru
Baca
+Pustaka
Contradiction

Contradiction

Hingga pada akhirnya, seorang gurupun datang memasuki kelas. Pelajaran pertama, matematika. Seharusnya, yang datang adalah guru tua dengan rambut yang hampir seluruhnya putih. Tapi, yang datang ke kelas, malah Bu Ida, wali kelas mereka sekaligus guru BK yang memberikan materi bimbingan seminggu sekali untuk mereka. Wajah wanita itu terlihat tidak baik, wajahnya ditekuk terlihat kusut.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai buket hari guru
Baca
+Pustaka
MENGAJAR CINTA

MENGAJAR CINTA

Pipinya menempel di dada Putra, mendengarkan detak jantung yang familiar dan menenangkan. "Mau susu?" tanya Putra perlahan. Ares mengangguk pelan. "Telus Yes mau nonton... sama Papa." Putra tersenyum hangat. "Oke. Kita nonton bareng, sambil pelukan." Dan seperti itu, hari yang sempat terasa sepi bagi Ares, kembali hangat hanya dengan satu pelukan dan janji sederhana dari ayahnya. *** Sudah lima hari bimbel berjalan setelah libur panjang. Jumlah pengajar pun semakin banyak—hasil dari rekrutmen yang dilakukan Dinda, tentunya dengan seizin Bu Pita selaku pemilik bimbel.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai buket hari guru
Baca
+Pustaka
Guru Cantik dan Tetangganya Murid Macho

Guru Cantik dan Tetangganya Murid Macho

Aku pernah dengar dia pandai menarik hati wanita, ternyata itu benar. Beberapa gerakan ini membuat pikiranku kosong. Pada saat ini, aku benar-benar lupa dia adalah seorang murid dan aku adalah seorang guru, aku hanya bisa mendengar suara jantungku sendiri yang berdetak kencang. “Bu Guru, aku telah membantumu, kamu tidak mengucapkan terima kasih?” Lalu dia tersenyum, hidung kami hampir bersentuhan. “Gimana kalau dengan mengundangku masuk untuk duduk-duduk?”
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai buket hari guru
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

Mereka kini bercerita tentang pekerjaan yang ingin mereka tekuni dan orang-orang yang ingin mereka jadikan teman hidup di kemudian hari. Dan sore itu, Bogor sebagaimana biasa, hujan cukup deras. Retno pulang dengan setumpuk foto copian. Bajunya kuyup, rambutnya lepek basah. Mama menyambutnya cukup khawatir, takut masuk angin sementara musim ujian kuliah mulai padat. “Ayo langsung mandi,” sambut mama sambil mengulurkan handuk untuk menyeka basah.
885 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai buket hari guru
Baca
+Pustaka
Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku

Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku

Para guru mengucapkan selamat pada ibuku. Tentu saja, ibuku tidak percaya. "Sembarang ngomong, tangan kanan Cassie patah. Dia nggak bisa tulis, kamu salah lihat." Guru itu segera membawa ibuku pergi membandingkan hasil yang tertera di setiap sekolah. "Salah lihat dari mana? Nggak sangka, anakmu itu genius." Tubuh ibuku bergetar, dia bergumam, "Nggak, nggak."
10.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 380 kali sebagai buket hari guru
Baca
+Pustaka
Terjebak Obsesi Boss Gila

Terjebak Obsesi Boss Gila

Salah satu temannya menghampiri Zavira dengan wajah pucat, ia berkata, "a-anu Zavira, guru minta kamu pergi ikut guru itu sekarang." Zavira mengedipkan matanya berkali-kali, "e-eh? Tunggu bentar!" Ia segera berlari menuju koridor membawa tas kecil yang hanya berisi beberapa makanan ringan serta buket bunga. Zavira dengan senyuman tak kunjung luntur berjalan menghampiri gurunya. "Halo Buk, ada apa manggil Vira?" ia bertanya dengan nada manisnya.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai buket hari guru
Baca
+Pustaka
Kontrak Rahasia Guru Tari

Kontrak Rahasia Guru Tari

Namaku Helen, aku adalah seorang guru balet di sebuah studio tari kelas atas. Di mata orang lain, aku tampak begitu polos, seperti bunga yang masih diselimuti embun pagi. Pinggang ramping, leher jenjang bagaikan angsa, ditambah lagi dengan wajah polos yang tampak belum ternodai dunia, persis seperti sosok cinta pertama yang diidamkan oleh semua pria.
699 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai buket hari guru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status