DIKIRA MISKIN SAAT REUNI
Hingga akhirnya telepon dari Mama Renita yang menyelamatkan Ibu dari laki-laki itu.
Pagi ini terasa cerah. Aku suka matahari, aku suka embusan anginnya dan titik-titik embin pada kuntum melati. Ibu menanamnya di pojok pekarangan. Tak banyak, tapi cukup membuat aroma pagi ini semerbak.
Ibu sedang menjemur cucian. Aku melirik ke arah Ibu yang baru saja mulai menjemur.
“Bu, kalau ada laki-laki tampan, single dan baik yang mau melamar Ibu, gimana?” Aku tak suka terlalu banyak berbasa-basi. Aku langsung saja bertanya apa yang ada dalam isi otakku.
인기 회차