Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut
Tidak ada tamu berarti, lalu siapa?
“Bik, ada siapa?”
“Paketan bunga, Buk.”
Aku segera bangun dari tempat tidur. Dua buket bunga yang dipegang Bik Sum segera diserahkan kepadaku. Buket bunga mawar yang agak layu dan penyet ini seperti pemberian Mas Wildan kemarin. Oh iya, aku jadi ingat. Bunga ini tertinggal di bagasi mobil Pak Akmal. Kemarin tertutupi kardus mie instan milik Pak Tua. Makanya lupa tidak diturunkan juga. Lantas buket mawar merah yang masih segar ini dari siapa? Ada kartu ucapan di bagian pitanya. ‘Bungamu tertinggal. Karena sudah rusak, kuganti yang baru. Semoga berkenan. Coach Akmal.’