Daster Buat Istriku
Ah, entahlah!
“Oh, diantar Bu Guru kamu, mana orangnya? Ayo, bibik mau ucapin terima kasih,” sambungnya. Tak lama seorang wanita muda keluar sambil merangkul Bima di pundak. Aku langsung memaksa bibir ini untuk tersenyum, kesampingkan perasaan yang campur aduk.
“Maaf ngerepotin, Bu Guru. Terima kasih sudah mengantar Bima,” ucapnya sambil menyalamku dengan sangat takjim. Dia bahkan tak segan mencium punggung tanganku.