Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

Kuambil satu kuntum mawar merah lalu beranjak ke ruang guru. Langkah yang aku ayun terasa mengambang. Jujur, hati berdebar-debar. Langkah pun terasa tak berpijak pada bumi. Beberapa orang guru sudah ada. Duh, malu juga. Namun, kalau ingat ucapan Pak Miftah, perempuan itu butuh kepastian. Entah kenapa, melihatnya pagi ini diantar oleh laki-laki membuat aku tak tahan untuk menunda lagi. Bahkan karena ini sangat mendadak, terpaksa pakai bunga imitasi dulu.
10117.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
DELAPAN HARI SAJA MENJADI ISTRIMU

DELAPAN HARI SAJA MENJADI ISTRIMU

Kami benar-benar tampil bak pasangan pengantin baru yang bahagia. "Selamat Prof. Semoga pernikahan anda bahagia." Seorang wanita memakai dress panjang berwarna merah menyala, dengan rambut digelung ke atas hingga menampakkan lehernya yang jenjang, menghampiri kami. Dia memberiku buket bunga yang sangat manis. Mas Haris tertawa renyah. "Jangan memanggilku Prof, Jenny. Aku bukan guru besar. Belum. Aku masih seorang lektor."
10106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Guru Cantik Simpanan Anak Pejabat

Guru Cantik Simpanan Anak Pejabat

Happy Reading ***** Mutia mengikuti arah pandang si kurir. "Dih, bisanya ngaku-ngaku," ucapnya. Si ibu guru mengambil buket mawar dari tangan muridnya, lalu menyerahkannya kembali pada si kurir. "Tolong katakan sama beliau, Pak. Saya nggak butuh buket," kata Mutia.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Setelah One Night Stand

Jatuh Cinta Setelah One Night Stand

"Aku ngantuk makanya cepat-cepat keluar." "Hais, kang kantungan banget kamu ini. Oh iya, ini-- hehehe …." Perempuan itu menoleh ke arah seorang pemuda yang membawa buket bunga yang besar. Dari tatapannya, dia seperti menggoda Tita dengan pria itu. "Hai, Ta. Selamat wisuda yah, semoga ilmunya berkah dan sukses," ucap pemuda tampan itu, sambil menyerahkan buket bunga yang besar pada Tita.
9.788.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
CacaCici
Holla, MyRe!! Yuhu ... novel baru kita sudah rilis loh. Judulnya 'Terlena Kenikmatan Suami Baru, kisah Aeza yang tak punya pilihan dengan mengandung benih dari pria lain. Ceritanya seru abis lih, MyRe. Yuk, mampir dan ramaikan novel baru kita.(⁠✿⁠^⁠‿⁠^⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
SAKURA
Di novel ini cowok ganteng susah dapat jodoh, sering ditolak, akhirnya maksa tapi selanjutnya justru so sweet.....️...️...️ ini bedanya novel ini sama charger,kalau charger type C kalau novel ini type ku-Carmen Gaura.........
Baca Semua Ulasan
Klandestin

Klandestin

Si kepala sekolah segera menelpon, entah kemana Batara tak ingin tahu. Tak berselang lama datang seorang guru perempuan berumur sekitar 30-an. Wajahnya sedikit jutek dengan alis hitam yang kontras sekali. "Duh, nih guru kagak punya kaca apa yak. Dandan kok aneh banget," cerca Batara dalam hati, mana berani ia bicara langsung, yang ada bisa kena masalah di hari pertama masuk. "Nak Batara silakan ikut Bu Santi, beliau yang mengajar di kelas kamu hari ini."
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Jira

Jira

ucap ku. Rencana nya ibuk dan teman-teman kamu mau menjenguk kamu hari ini , yasudah kalau kamu sudah masuk kesekolah jadi kami tidak usah kerumah kamu lagi ,jira boleh Kesini nak " , ucap guru saya Lalu guru ku pun menyodorkan ku sebuah amplop " ini dari teman -teman untuk mu ,tapi tidak terlalu banyak dan bisa untuk kamu beli apa yang mau kamu beli " ucap guru ku sambil tersenyum. " Terimakasih ibuk " ucap ku .
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Menantu Tak Ternilai

Menantu Tak Ternilai

kata resepsionis itu ramah seraya menyodorkan buket bunga ke hadapan Alexa. Buket itu campuran antara mawar merah, mawar putih, dan bunga berputik kecil yang biasanya disebut baby breath. Cantik. Namun, bukan itu yang menjadi pusat perhatiannya, melainkan tentang siapa sosok yang menitipkan bunga itu pada resepsionis untuk kemudian diberikan padanya. Wanita itu menatap buket bunga di tangan sang resepsionis, bunga yang sangat indah, dia seperti ditarik ke masa-masa di mana seorang pria yang sangat rajin mengirimkan bunga, dulu.
8.130.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

“Dia lagi kursus bikin buket bunga, dia mau bisnis buket buat wisuda, ulang tahun, pokoknya moment apa saja yang bisa dirayakan dengan pemberian buket bunga.” “Bisnis dengan kamu?” “Nggak. Teh Irma bisnis buket dengan seorang wanita yang mengontrak di rumahnya. Rumah yang dulu tempat dia akad nikah dengan Ruhiyat. Rumah itu sudah jadi milik Teh Irma. Rumah itu disewa oleh seorang wanita single parent, dengan tiga anak. Suaminya TNI tapi sudah meninggal. Dia punya uang pensiun dari suami, tapi katanya kurang, makanya dia bisnis buket. Teh Irma tertarik, lalu diajak gabung. Rumah itu jadi tempat tinggal sekaligus tempat produksi buket dan dekorasi untuk hantaran pernikahan.”
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Kutatap mata Bik Sum untuk mengetahui kejujuran wanita itu. “Tidak ada, Pak.” Aku manggut-manggut. “Buket mawar pink apa sudah dibuang sama Ibuk, Bik?” “Iya, Pak. Tapi saya ambil lagi karena masih bagus. Sayang.” “Kalo buket mawar merah ini dari siapa?” tanyaku sambil mengarahkan buket yang kupegang. “Itu kurir yang anter, Pak.” “Oh, kurir,” lirihku, “ya sudah, makasih Bik. Saya pamit dulu.”
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 605 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Pria Sampah Tak Terduga

Pria Sampah Tak Terduga

Butuh sedikit lama untuk membubarkan segerombolan murid perempuan itu, bahkan Andara dan Kerta Putra sudah tak berdaya, keduanya menyandarkan tubuh mereka kesalah satu rak buku, sedangkan Juan dan Gentala tengah terduduk berhaapan di sebuah kursi yang terletak di dalam perpustakaan tersebut. " Guru, ada yang harus aku laporkan pada mu? " ucap Juan memecah keheningan. " Ada apa? " Timpal Gentala seraya mengelus satu stel pakaian yang sudah lama di inginkan nya, pakaian yang sampai saat belum ini belum juga di kabulkan oleh muridnya itu, namun malah di wujudkan oleh orang lain. " Aku melihat bunga yang guru ceritakan itu, di tempat Mbakyu Wulandari. "
9.4196.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status