Bayang Pedang Cahaya Bulan
Hari kesepuluh pengepungan, fajar datang dengan kabut yang lebih tipis dari biasanya.
Bukan karena cuaca berubah. Bukan karena musim berganti. Hanya karena, setelah dua puluh malam tanpa bulan, langit akhirnya memutuskan untuk menunjukkan sedikit belas kasihan. Sedikit saja. Cukup untuk membuat bintang di atas celah batu tampak sedikit lebih terang. Cukup untuk membuat angin lembah terasa sedikit kurang menusuk. Cukup untuk membuat seseorang yang terlalu lama berada dalam kegelapan berpikir, meski hanya sekejap, bahwa barangkali esok akan lebih baik daripada kemarin.