Novel 'Lelaki Harimau' karya Eka Kurniawan adalah kisah magis-realistis yang berpusat pada Margio, seorang pemuda dengan darah harimau dalam dirinya. Awalnya terlihat seperti anak biasa, Margio tumbuh dengan kekuatan misterius setelah ayahnya, seorang pemburu harimau, tewas secara tragis. Narasi ini mengalir antara masa lalu dan present, mengungkap hubungan toxic antara Margio dan ayahnya yang kejam. Adegan pembukaannya shockingly brutal: Margio menggigit leher ayahnya sendiri hingga tebas, lalu dengan tenang melapor ke polisi. Unsur magis muncul ketika saksi-saksi bersaksi melihat sosok harimau di TKP, bukan manusia. Kurniawan dengan piawai menenun mitos lokal, kekerasan domestik, dan pencarian identitas dalam prosa yang memikat.
Yang membuat novel ini istimewa adalah cara Eka bermain dengan persepsi pembaca. Apakah Margio benar-benar memiliki darah harimau, atau itu metafora untuk ledakan emosi yang terpendam? Setting desa Jawa dengan segala mistisismenya menjadi panggung sempurna untuk pertanyaan ini. Subplot tentang ibu Margio yang pasif namun kuat diam-diam menghantam pembaca. Buku ini bukan sekadar cerita horor magis, tapi eksplorasi mendalam tentang trauma keluarga dan bagaimana kekerasan bisa mengubah seseorang secara fundamental.