Serenade Cinta Dibawah Bintang
Tengah malam, di balkon studio, Luna duduk sendiri sambil menulis di jurnalnya.
“Kita mungkin tidak lagi menulis bab baru dalam kisah yang sama, tapi kita tetap membaca halaman yang dulu dengan rasa yang berbeda. Dan itu cukup. Lebih dari cukup.”
Ia menatap langit malam Jakarta. Bintang-bintang tak sebanyak di Tokyo, tapi tetap bersinar. Dan ia tahu, di satu titik langit, ada suara yang akan selalu menemaninya—bukan sebagai gema masa lalu, tapi sebagai nada yang hidup bersamanya dalam diam.