Benih Papa Sahabatku
Kedua pundaknya naik turun, ekspresinya seperti menakut-nakuti.
"Enggak mau, Pak Haji. Kalau burung dipotong lagi, nanti saya gak bisa masuk sangkar lagi. Saya gak mau ... aw, aw, arrghh ... sakiitt ...." teriak Darmantyo. Untung saja di klinik tidak banyak orang. Pak Haji jadi gak terlalu malu melihat tingkah laku Darmantyo seperti habis sunat.
"Ya dah kalau gak mau dipotong lagi, kamu rasain aja sendiri," kata Pak Haji santai, menyandarkan punggungnya pada kursi yang bersebrangan dengan Darmantyo.