A Gentle Kiss
Sesekali Dhaka mengumpat mengabsen nama-nama kebun binatang di hadapan wajah Kirana, kemudian mencumbu Kirana kembali.
"Daripada marah-marah, angkat dulu teleponnya, kayanya penting."
Kirana akhirnya bisa bernafas lega, ada satu alasan kuat supaya pria muda bertubuh kekar beranjak menjauh.
Dhaka menyambar smartphone, yang berada di sisi bantal, tidak jauh dari tempat dia bercinta. Dia melihat ada nomer yang tidak dikenal menelepon. Dhaka mengangkatnya dengan marah. "Anj**, siapa ini? Berani banget lo ganggu kencan gua, hah? Sebutkan dalam waktu lima detik urusan lo, lalu tutup teleponnya, cepat!"
Chapitres populaires