Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Aku pun berbalik kembali ke arah Jansen bersaudara ini. “Oh jadi begicu,” sahut Bram setelah menerima penjelasan adiknya. “Mau mainin apa? Cradle of Filth opo Dimmu Borgir?” “Erpid-19,” balasku. “Hahaha…,” Bram terbahak.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as aspera ad astra
Read
+Library
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

Arga menarik napas dalam-dalam. “…Arga.” “Arga,” ulang Asta. “Nama aneh.” Arga tersenyum tipis meski tubuhnya gemetar. Asta menegakkan punggung. “Kau jatuh dari langit. Kau diburu pasukan Evernight. Itu berarti hidupmu tidak akan tenang.” Asta meraih pedangnya lagi. Dan untuk pertama kalinya, intonasinya berubah—bukan marah, bukan curiga, tapi serius, seperti sebuah pernyataan takdir.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as aspera ad astra
Read
+Library
Kisah Seorang Pendekar Kanuragan Pilihan

Kisah Seorang Pendekar Kanuragan Pilihan

Matanya memancarkan pandangan penuh kebencian dan kemarahan yang meluap-luap saat menatap Askara. "Kau sungguhlah bedebah, anak muda yang tak tahu sopan santun!" teriak Arya, lalu dengan penuh khusyuk dia membaca mantra. “Rasakanlah kehebatan ajian pamungkas ini! Ajian : Nagakarsa Bayu Kahyangan (Naga Angin yang berasal dari Istana Langit)” ucap Arya dengan penuh kebanggaan. Lalu, dari langit terciptalah naga angin yang mempesona, besar dan panjangnya menembus langit awan.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as aspera ad astra
Read
+Library
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

jawab Larasmaya dingin. Aksara memanfaatkan celah itu. Ia meluncur dari balik perlindungan, menembus kabut racun yang tidak mempan padanya. Patriark Angin mencoba terbang menjauh. "Kau tidak bisa lari dari gravitasi," bisik Aksara. Tangan Kiri Asura-nya mencengkeram udara. WOOOONG!
101.2K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as aspera ad astra
Read
+Library
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Semburan darah mewarnai udara dan membentuk lengkungan samar di udara. Di atas langit, Astraea melayang anggun di antara awan debu dan energi spiritual yang kacau. Mantelnya berkibar seperti selubung cahaya, dan di tangannya, petir tak berwujud dibentuk menjadi anak-anak panah cahaya surgawi. Setiap kali ia mengangkat tangannya, satu panah melesat turun seperti bintang jatuh, meledak dan menghanguskan setiap makhluk yang berani menantang. Gerakannya sangat indah tapi mematikan.
1053.2K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as aspera ad astra
Read
+Library
Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Dari celah tersebut, menguar uap panas dengan aroma unik yang menyerupai bau tinta kering yang tajam. Kael Astaroth, yang saat itu tengah mengajari Astra cara mengendalikan energi tingkat tinggi, segera bereaksi dan berdiri tegak. Matanya yang berwarna seungu galaksi berkilat tajam, memancarkan aura tekanan yang begitu kuat hingga mampu menenangkan riak danau dalam sekejap. Tanpa perlu menghunuskan pedang, kehadirannya saja sudah memaksa ruang di sekitarnya membeku dalam kepatuhan mutlak. "Ayah, apakah itu Paragraf yang Hilang yang sering Ayah ceritakan?" tanya Astra sembari melangkah maju tanpa rasa takut sedikit pun.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as aspera ad astra
Read
+Library
The Unholy Claim

The Unholy Claim

Di antara beribu bintang nan jauh tak kasat mata, terdapat sebuah galaksi bernama Vesper dan hanya memiliki satu planet di dalamnya, yaitu Planet Aeterna. Aeterna adalah planet yang didominasi oleh dataran luas yang penuh dengan batu Obsidian, serta pegunungan tajam yang menjulang tinggi. Awan di planet Aeterna berbentuk seperti pusaran air, dan langitnya kerap berwarna ungu kemerahan saat siang hari. Ketika malam tiba, gelap gulita menyelimuti planet tersebut. Namun, sumber daya alam utama dari Aeterna, yaitu Kristal Aether—berfungsi melawan gelap tersebut.
715 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as aspera ad astra
Read
+Library
Hati liar sang Alpha

Hati liar sang Alpha

Dan menemukan nama lain, Varkhiel Di bawahnya tertulis: "Dewa yang dibuang dari langit karena memilih kebebasan dibanding ketaatan." Elara mengernyit, nama itu asing. Namun tidak sepenuhnya, seolah pernah didengarnya dalam mimpi yang sudah terlupakan. Lalu ia menemukan nama lain. Asterion... Tangannya langsung berhenti. Matanya membaca perlahan, "Pengikut terakhir matahari pertama." "Dibuang bersama para dewa yang menolak perintah langit." "Masih menunggu seseorang yang bahkan telah melupakannya."
10994 viewsCompletedAdded to Library 27 Times as aspera ad astra
Read
+Library
Dilema Suami Bayaran

Dilema Suami Bayaran

Tanya Astra dengan suara parau. "Bersa,, bukankah aku sudah menunjukkan surat cerai itu padamu dan Papa? Percayalah, aku tidak pernah berniat mempermainkanmu, sungguh aku mencintaimu." Barra merengkuh tubuh mungil Astra ke dalam pelukannya. Bersa merupakan panggilan sayang Barra untuk Astra, yang berarti Berli sayang. Astra mengangguk, ia menyeka sisa bulir beningnya. Hatinya sudah lebih tenang. Pikirannya kembali berputar normal.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 229 Times as aspera ad astra
Read
+Library
Revansha

Revansha

Hanya terlihat sisa-sisa cahaya jingga pada sela-sela gedung pencakar langit di Ibu kota. "Eca mau punya ibu," ucapnya pelan. Bahkan hanya Eca sendiri yang bisa mendengar ucapannya. *** Benda bulat yang sudah tergantung di langit sejak tadi itu mulai memancarkan sinarnya, sebut saja dia Sang Raja malam. Benda itu bertengger dengan tenang di atas sana, meskipun tanpa bintang-bintang yang selalu menemaninya untuk bersinar. Langit Ibu kota memang jarang sekali menampakkan gemerlapnya cahaya bintang. Sebuah motor Vespa melaju dengan kecepatan sedang. Lampu pinggir jalan yang sedikit redup membuat malam ini begitu tamatan.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as aspera ad astra
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status