Kenikmatan Satu Malam
“Sssh, eemm, Tuan, ouh, nikmat sekali, ouhhm Tuan Yu, eemmmh, Tuan, oukhhh, aakhhhh!”
Yu Silan tidak ingin melakukannya karena dia sengaja menghukum Saena. Sialnya, cairan Saena tumpah dan Saena tiba pada klimaksnya dalam waktu cepat hanya dengan jemari tangan miliknya yang dipakai Saena.
“Kamu mengeluarkannya?” Yu Silan terperangah menatap cairan kental yang kini memenuhi jemari tangannya. Dia segera mengambil sehelai tisu dari atas meja untuk membersihkannya.
Bab Populer