Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Hidup Berbalik Arah

Ketika Hidup Berbalik Arah

Saat dia berkata, dia hendak mendorong Zayn dan berlutut dengan cepat. Dia akan tetap melayani Scott, jadi tidak masalah baginya untuk berlutut di depan pria itu. Kilatan cahaya terlintas di mata Zayn. Dia benar-benar kecewa dengan perilaku Cameron. Dia berkata, “Cameron, kau adalah orang Rheasia. Kau memiliki darah Rheasia mengalir di pembuluh darahmu. Apa kau tidak malu pada dirimu sendiri karena bertekuk lutut pada orang Murica dan mencoba mencium sepatunya?”
92.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71.3K kali sebagai cameron valentina
Tampilkan Ulasan (326)
Baca
+Pustaka
Tho Maz
Ceritanya lumayan bagus cuma sayangnya updatenya terlalu sedikit, hanya 5 bab dan jumlah halaman tiap bab sangat pendek. Sebagai pembaca aku merasa sangat kecewa tak terpuaskan. Selanjutnya sebagai saran sekaligus harapan pada penulis untuk menambah bab dan halaman dalam updatenya, minimal 10 bab.
darwin kayong
ceritanya gak lengkap banyak yang gak selesai terutama kakek zen yg misterius, lelaki bertopeng dan wanita misterius, kabar dari orang suci dan kabar apakah listiha ikut dunia perkumpulan atau dunia orang awam gak jelas semua...
Baca Semua Ulasan
My Posesif Husband

My Posesif Husband

Calvin menganggukkan kepalanya perlahan merespon perkataan sang tuan yang masih melipat kedua tangannya di dada menatap pergerakan Rachel Simpson. “Detektif yang aku sewa untuk membuntuti Valentina mengatakan kalau dalam waktu dekat Valentina akan pergi ke Paris untuk fashion show, di negara itu sudah ada si brengsek Fabian Hector yang menunggunya. Sepertinya Fabian Hector ingin memperkenalkan Valentina ke publik dan itu adalah kesempatan bagus untukku memperbaiki citraku yang sudah dirusak Valentina, Calvin. Kau mengerti kemana arah pembicaraan ku, bukan?”
105.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai cameron valentina
Baca
+Pustaka
Cokelat Valentine Rasa Darah

Cokelat Valentine Rasa Darah

Dia menunjuk foto itu, suaranya gemetar karena marah. Aku menatapnya dengan dingin. Hatiku tidak merasakan emosi apa pun. "Sudah selama ini, kamu masih nggak percaya Selsa sudah mati? Dasar bodoh!" Suaraku sangat tenang, seperti suara yang keluar dari neraka. "Dhanu, kamu nggak cukup penting bagiku sampai harus memanfaatkan Selsa untuk menipumu." "Kalau kamu nggak percaya apa yang aku bilang, tanya Om Wisnu. Tanya dia, benar nggak dia menjemput Selsa dengan selamat di hari Valentine!"
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai cameron valentina
Baca
+Pustaka
Cassy

Cassy

celetuk Tiara saat Cassy menghampirinya yang tengah asik dengan tontonan lawakan di televisi, namun tetap memperhatikan keceriaan sahabatnya saat melakukan panggilan video beberapa saat lalu. "Apaan sih Ara, siapa yang kasmaran?" kilah Cassy atas pernyataan Tiara yang terasa lucu di telinganya. Namun, bukan Tiara namanya kalau cepat menyerah. "Terus apa namanya tuh, nelpon sering, video call berjam-jam sambil senyum-senyum gak jelas, kalau bukan kasmaran apalagi Non? Perasaan sama yang kemarin nggak segitunya deh?" goda Tiara sambil nyengir dan hanya dibalas dengan gelengan kepala oleh Cassy.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai cameron valentina
Baca
+Pustaka
Mafia's obsession

Mafia's obsession

Wanita misterius yang membangun jaringan kecil dari reruntuhan Phoenix. Leo menemukan tempatnya: bar tua di pelabuhan. Musik rendah berdentum, pengunjung tampak biasa... hingga matanya bertemu dengan sosok wanita di pojok ruangan—berambut perak, bermata tajam, dan memegang segelas anggur merah. Valentina. Leo duduk tanpa diminta. “Kau datang sendiri,” kata Valentina pelan, tak menoleh.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai cameron valentina
Baca
+Pustaka
Karrie Karina

Karrie Karina

Dan sekarang kakaknya hilang begitu saja? Tring! Dari: K Aku udah di bawah Karina menatap nanar pesan yang dikirim Karie untuknya. Sahabatnya yang satu ini memang sangat tau, dirinya sedang bersedih. Karina berjalan ke kamar mandi, mencuci muka lalu turun menemui Karrie. Karrie sudah rapi dengan hoodienya. Rambut lemas, bibir tipis, hidungnya yang mancung dan mata coklat yang membuat siapa saja tertarik dengannya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai cameron valentina
Baca
+Pustaka
Milik Sang Bayangan

Milik Sang Bayangan

“Kamu berbeda. Karena tidak ada rasa takut di matamu saat kamu menatapku. Itu… langka.” Kayra mengambil gelasnya. "Aku tidak tahu siapa kamu, jadi untuk apa aku takut?" Valen menyeringai. "Aku Valen Moretti." Suaranya nyaris seperti bisikan, tapi berat. Tidak ada rayuan. Hanya kejujuran yang tajam seperti silet. Kayra menggigit bibir bawahnya, lalu meletakkan gelas dengan tenang. Pikirannya mengonfirmasi bahwa pria di hadapannya benar-benar berbahaya.
589 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai cameron valentina
Baca
+Pustaka
Pesona Gila Tuan Muda

Pesona Gila Tuan Muda

Setelah sampai di halte dekat taman, Vala turun dan mencari tempat yang sekiranya cocok untuk merekam tugas videonya. "Beau thème!" serunya saat sampai di dekat air mancur kecil. Vala mencoba memposisikan ponselnya merekam dan mengeluarkan kertas puisinya. "Je m'appelle Vala Karamella de la classe 10 A ...," ucap Vala memulai rekamannya.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai cameron valentina
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Adik Ipar

Gairah Liar Adik Ipar

“Nona Vale? Kau di sini?” Arion tidak menyangka bahwa ia akan bertemu Valencia, wanita yang dijodohkan dengan dirinya, di sini. “Ya, Tuan Arion. Kebetulan saya adalah brand ambassador salah satu produk ponsel di sini,” jawab Valencia lembut. “Ah begitu rupanya.” Tidak heran, Valencia adalah seorang model. Menjadi brand ambassador adalah salah satu bagian dari pekerjaannya.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai cameron valentina
Baca
+Pustaka
RIAN RAINA

RIAN RAINA

“Lo ingat gak cewek yang waktu itu lo sama Luna liat di kafe? Yang lo cemburuin itu karena sama gue.” “Gue gak cemburu!” Rian tertawa karena ekspresi Raina yang kesal, “Iya deh yang gak cemburu. Tapi lo ingat, kan?” Raina mengangguk, “Kenapa emang? Mantan lo juga?” “Enggaklah dia teman gue. Nah, Dita itu gebetannya Liam. Kalau Dita gak gerak duluan gak mungkin Liam mau nembak dia. Hari ini mereka janjian di Cafe Star.”
9.352.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai cameron valentina
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status