BALASAN UNTUK SUAMIKU YANG PELIT
"Gak, Sayang. Ini barang dagangan teman. Mas dapat testimoni, banyak yang puas."
"Oke, Mas. Cepetan, Mas. Iiih!"
"Iya-iya, Sayang. Sabar dulu."
Sempurna, cairan itu menyelimuti 'aset masa depannya' Fadli. Tanpa menunggu detik, dia pun menggiring burung itu masuk sangkar.
"Bang, kok keset ya, rasanya gak enak?"
"Masa sih, Dek? Aku kok malah makin enak rasanya."
Hot Chapters