Gairah Cinta Kakakku
Bayangan bulu-bulunya yang lembut dan jambulnya yang menggemaskan terlintas di pikiranku.
"Memangnya sangkar burung ada di toko furnitur, Opa?" tanyaku, bingung sekaligus geli.
"Ada, kok. Opa sudah pesan." Opa selalu punya cara tersendiri.
"Ya sudah, tapi nanti Kevin nggak usah diajak, ya, Opa." Aku menambahkan dengan sedikit rengekan. Kehadiran Kevin yang selalu ingin ikut kemana-mana, ditambah ocehannya yang nyaris tak pernah berhenti, seringkali membuatku lelah.