Mendadak Jadi Istri Dosen
“Eh, maaf, Kak, saya—”
“Nggak papa, aku juga mau ngomong yang intinya sama dengan yang kamu bicarakan. Aku paham, memang nggak semuanya bisa dipaksa. Dibilang sakit, ya, pasti sakit. Tapi, seperti yang kamu bilang, kita sama-sama masih punya masa depan. Kamu sudah bersama Pak Abi dan aku akan mencari masa depanku sendiri. Aku juga nggak mungkin mengibarkan bendera perang untuk dosen pembimbingku. Cara yang paling bijaksana memang seperti ini. Kamu harus menjauh dan aku harus pergi. Kita nggak usah ketemu dengan sengaja. Kalau ketemu nggak usah saling sapa atau ngobol. Anggap kita nggak kenal. Dengan begitu, bisa lebih mudah untukku move on.” Dia mengangkat gelasnya dan meminum vanilla latte
인기 회차