Dinikahi Mas Pandu
Zita berdecak, ia ingin memasak semur daging, setelah belajar kilat dengan Maya pagi hari, Zita langsung mempraktekannya siang hari.
"Hp sepi nih, nggak ada telpon masuk atau pesan masuk. Udah KO itu nenek lampir?" sindir Zita dengan tangan memegang centong mengaduk daging yang sudah meletup-letup kaldu dan bumbu di dalam wajan. Ia kecilkan api, kali ini bergeser menyiapkan sayur bayam untuk ia rebus sebagai lalapannya, untuk sambal, ia membeli jadi dari UMKM ibu-ibu yang tergabung di grupnya, sambal jontor dan sambal roa.