Serenade Cinta Dibawah Bintang
“Iya. Dalam beberapa minggu ke depan. Aku pengin kita ngobrol baik-baik, bukan buat buru-buru nikah. Tapi tunangan. Komitmen. Biar kita nggak cuma pacaran di antara konser dan latihan. Tapi bener-bener jalan bareng.”
Luna mengatupkan bibirnya, berusaha meredam senyum yang mekar tanpa izin.
Adrian memandangnya lebih dalam. “Kamu nggak harus jawab sekarang, Lun. Aku tahu ini besar. Tapi kalau kamu oke, aku bakal siapin semuanya pelan-pelan. Nggak perlu mewah. Yang penting... kita saling tahu, kita saling siap.”