Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tinggalkan Suami Mafia Setelah Hidup Kembali

Tinggalkan Suami Mafia Setelah Hidup Kembali

Pada hari kelahiran kembar, aku menyuap dokter keluarga dan menyuntikkan semua inihibitor persalinan kuat yang ada di rumah sakit untuk menunda persalinan. Alasannya karena di kehidupan sebelumnya, Vincent Kusuma didiagnosis dengan oligospermia. Demi punya penerus, Vincent sampai cari belasan selingkuhan di luar. Dia mengumumkan, siapa pun yang duluan melahirkan anak cowok, anak itulah yang akan jadi bos keluarga berikutnya. Katanya, asalkan aku duluan melahirkan, dia akan mengusir semua selingkuhannya dan membiarkan anakku menjadi pewaris Keluarga Kusuma. Aku memercayainya. Saat tahu aku hamil kembar, rasa haru dan senang yang sulit dikatakan membuatku gemetaran. Tapi setelah melahirkan, dia malah suruh orang mengurung aku dan bayi yang baru lahir ke dalam gudang anggur yang dingin dan melarang semua orang dekatin kami. “Lusi berasal dari keluarga sederhana. Aku cuman mau kasih anaknya status yang sah supaya masa depan mereka lebih baik. Tapi kau sengaja menyebarkan kabar itu, sampai dia keguguran karena putus asa. Akhirnya dia dan bayinya mati.” “Kau segitu kejam! Kau sama sekali nggak layak jadi ibu pewaris Keluarga Kusuma! Renungkanlah kesalahanmu! 3 hari lagi baru aku lepaskan kau dari sini!” Setelah selesai berbicara, Vincent suruh kepala pelayan kunci pintunya tanpa menyisakan lubang. Tapi, dia nggak tahu. Malam itu, gudang anggur kebakaran. Aku dan anak kembarku tewas terbakar. Pas aku buka mata lagi, ternyata aku kembali ke malam sebelum melahirkan. Di kehidupan yang baru ini, aku nggak mau jadi istri sah mafia lagi. Setelah anakku lahir dan tenagaku pulih, aku akan bawa anakku pergi jauh dari sini.
Short Story · Mafia
6.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Despedida de Siete Días

Despedida de Siete Días

Mis padres adoptaron a un huérfano. Yo le tomé mucho cariño y lo quería como a un hijo propio. Hasta que me di cuenta de que se parecía cada vez más a mi esposo, Javier Mendoza, y que a mi hermana menor llamaba "mamá" a escondidas. Resultó que mi esposo que tanto amaba me había sido infiel desde hacía tiempo. Él y mi hermana habían formado una feliz familia en secreto. Hasta contaban con la bendición de mis padres. Cuando todo se supo, mi hermana me rogó que los dejara ser felices, y mis padres me ordenaron que les cediera el lugar. El niño que había criado con todo el amor me gritó que ojalá muriera de la peor manera. Pero lo que nadie esperaba era que Javier se negara al divorcio. Lloraba suplicándome perdón, diciendo que me amaba profundamente y que lo del niño había sido solo un error. Fingí creer en su pasión y le dije: —Siete días. Te doy siete días. Si logras demostrarme tu sinceridad, te perdonaré. Él, eufórico, cumplió mi cada deseo y me trató como a un tesoro. Hasta donó todos sus ahorros a mi nombre y obligó a mi hermana a arrodillarse en la nieve para pedirme perdón. Todos pensaron que al final lo perdonaría, hasta el día en que la policía vino a pedir la identificación de un cadáver. Ese día él enloqueció por completo. Lo que Javier nunca supo es que en realidad yo llevaba siete días muerta. La Muerte me había permitido regresar por siete días para darle mi propia despedida.
Short Story · Romance
1.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Bukan Mauku Menjomlo

Bukan Mauku Menjomlo

Blurb Kenapa, sih, wanita kalau sudah di atas 30 tahun dan belum menikah, disebut perawan tua? Tidak laku? Dan berbagai titel lainnya. Tidak itu di kota atau pun desa. Selalu saja hal itu menjadi gunjingan para kawan, sanak saudara, juga para tetangga. Seakan status jomlo adalah aib besar yang sangat memalukan. Ada apa sebenarnya dengan sugesti orang-orang tentang status jomlo? Padahal jomlo itu kan tidak merugikan siapa pun. Mereka bukan virus, bukan pula kutukan. Jadi tidak perlu dipermasalahkan. Seperti halnya aku. Aku Hasmi Azzahra. Seorang perawat di sebuah rumah sakit, yang kini berusia 32 tahun dan aku seorang jomlo! Sebenarnya, bukan mauku masih menjomlo seperti ini di usiaku yang sudah tidak muda lagi. Pengalaman buruk tentang lelaki berengsek di masa lalulah yang membuat aku seperti ini. Bukan aku trauma. Aku hanya ingin lebih seleksi lagi dalam memilih pasangan, karena aku tidak ingin kecewa kembali. Untuk memilih pasangan, aku tidak mungkin asal tunjuk, dan asal pilih mumpung ada yang mau, iya, kan? Karena menikah itu perkara panjang yang punya banyak poin untuk dipikirkan dan dipertimbangkan. Pokoknya aku tidak mau sampai salah pilih lagi! Jadi … tolong dimengerti, ya? Jomlo itu bukan aib, kok. Meski aku tidak tahu sampai kapan harus menjomlo seperti ini? Aku hanya bisa menunggu jodohku datang saja. Sekalipun, sebenarnya ada seorang pria yang sering membuatku galau tingkat dewa. Tapi, sikap datarnya membuatku kesulitan menebak isi hatinya. Hatiku semriwing saat dia melirikku. Namun, tensi darahku pun selalu naik tiap kali berinteraksi dengannya. Dia sangat menyebalkan! Namun, juga selalu aku rindukan. Jadi, haruskah aku mengejarnya? Atau cari pria yang lain saja, yang bisa memberiku kepastian. Yang mana, yang harus aku pilih untuk mengakhiri kejomloan ini?
Romansa
9.8126.6K viewsCompleted
Show Reviews (34)
Read
Add to library
D_Van
Astaganaga dragon ,maaf Amih padahaL dah dikasih Warning kaLo manggiL jan ada EmbeL Kak,mak,ibu,ama Teteh cukup Amih aja yg artinya Ibu,karena bakaLan Aneh kaLo ada EmbeL2 Kak di samping Amih. dek uLasanQ sebeLumnya MaLah Lupa intinya Cerita Amih LiLis g ada Yg mengecewakan,,KEREN semua (´∀`)♡
poulina naisangi
karakter ceritanya konyol, dimana karakter hasminya itu gamau di ghosting tapi tingkat kepekaannya lebih rendah dari dokter karina yg kadar kepekaannya rendah, setiap baca slalu dibikin ketawa guling" dan slalu menanti cerita season 2 nya ...
Read All Reviews
Simpanan Mafia Kejam

Simpanan Mafia Kejam

Kinanti Seorang gadis sebatang kara yang terusir dari rumahnya sendiri oleh paman dan bibinya dengan alasan karna hutang orang tuanya, awalnya Kinanti di perbolehkan tinggal di rumah itu dengan syarat harus bekerja sebagai asisten rumah tangga, tapi karna ulah anak paman dan bibinya menyebabkan dia di usir dari rumah itu. Sejak saat itu Kinanti yang sudah tidak punya apa-apa lagi pergi meninggalkan Indonesia, dengan di bantu oleh sahabatnya dia pergi ke Amerika dan bekerja di sana. Saat dia sudah nyaman dengan kehidupan barunya seorang pria datang mengusik ketenangannya. Kinanti tidak menyangka akan di pertemukan kembali dengan pria itu, pria yang menurutnya sangat arogan karna dia ingat betul bagaimana pria itu dulu sangat terobsesi padanya tapi Kinanti selalu bisa menghindari pria itu, tapi di sini dia tidak akan bisa berbuat apapun karna pria itu ternyata adalah Ketua Mafia yang sangat berkuasa dan Kejam Di usianya yang sudah matang Brian masih belum ingin menikah, padahal orang tuanya sudah sering membujuknya. Dia juga tidak ingin terlalu memaksa, itu sebabnya mereka tidak pernah mencoba menjodohkan Brian dengan wanita manapun. Sebenarnya bukan tidak ingin menikah tapi Brian masih mencari seorang wanita yang pernah dia temui saat berlibur ke Indonesia dulu wanita yang sudah lama dia inginkan untuk menjadi miliknya tapi wanita itu selalu menghindarinya dan selama ini orang suruhannya masih belum menemukan informasi tentang wanitanya itu Setelah lama mencari akhirnya dia menemukan wanitanya itu, yang dia sendiri juga tidak menyangka wanita yang dia cari sejak lama malah ada di wilayah kekuasaannya. Wanita itu adalah Kinanti. Dengan kekuatan dan kekuasaannya dia bersumpah akan membuat wanita itu tidak bisa pergi lagi darinya dan akan menjadi miliknya selamanya Mampukah Brian menaklukan hati Kinanti? Di sisi lain juga dia harus belajar dan menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya sekarang, terlebih lagi saat keluarga pamannya datang lagi mengusik hidupnya.
Thriller
104.8K viewsOngoing
Read
Add to library
SAHAM 50 PERSEN

SAHAM 50 PERSEN

SAHAM 50 PERSEN "Aku minta 50% saham dari Petra." Senyum Nadia tersungging di bibirnya, dalam hati berharap pria di hadapannya itu, mundur dan dia tidak harus memenuhi permintaan Adelia, sepupunya. "Oke, setelah bayinya lahir langsung aku alihkan 50% saham Petra atas namamu," jawab Bryan dengan tatapan lekat ke arahnya. "Mas!" Adelia menguncang lengan Bryan. Jelas tak terima dengan keputusan suaminya. "Jangan kuatir, saham milikku yang kuberikan padanya nanti," jawab Bryan seolah tak peduli dengan nilai saham miliknya. "Dan, kuharap permintaan Nadia ini, hanya kita bertiga yang tahu, Adelia." Nadia mendengar ucapan pasutri di hadapannya itu, tertawa meremehkan. "Sudahlah cari wanita lain, saja." Dipandanginya wajah sepupunya yang terlihat bingung menatap suaminya. "Pikirkan lagi, Adelia. Kenapa harus memaksakan diri memberikan keturunan pada suamimu, ini." "Besok kubawakan surat perjanjian bermateri, kita buat kesepakatan di depan pengacaraku." Bryan berkata cepat, tak ingin Nadia berhasil mempengaruhi istrinya. "Kamu enggak usah khawatir, Adelia. Kehilangan 50% saham Petra, tidak masalah bagiku." "Tapi, perusahaan ini, milik keluargaku, Mas ...." "Memang benar, Sayang. Tapi, 60% kepemilikan sahamnya milikku." "Kamu pikirkan lagi, seberapa berharganya anak kita? Lagian saham yang kuberikan ke Nadia adalah saham milikku. Itu, kulakukan karena aku menghargai pengorbanan Nadia setahun kedepan memberikan kehidupan pada calon anak kita." Adelia sampai tertunduk tak berani menatap wajah suaminya. Dalam hatinya, ia mulai membenarkan ucapan suaminya. Tapi, imbalan yang diminta Nadia tetap tak masuk akal baginya. "Masih ada waktu hingga anakku lahir, untuk saat ini, tak mengapa mengikuti keinginan Mbak Nadia." "Besok mau kujemput atau langsung ketemuan di kantor Pak Ilham?" tanya Bryan mengalihkan pandangan ke Nadia. Perempuan yang merupakan teman sekelas di SMU sekaligus cinta pertama Bryan itu, bergeming. Kilatan dari pandangan Bryan membuat Nadia terdiam. Sekarang, ia tak punya alasan untuk mundur, menjadi ibu pengganti anak Bryan dan Adelia.
Romansa
103.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Tras el Divorcio, Me Fui con Mi Hija

Tras el Divorcio, Me Fui con Mi Hija

En el matrimonio de Leonor García solo había dos secretos. El primero era que la familia Ramírez la menospreciaba por completo como nuera, y conspiraron juntos para engañar a Manuel Ramírez, obligándolo a firmar un acuerdo de divorcio antes de la boda, a sus espaldas. Su unión solo duraría siete años. El segundo secreto... era que había dado a luz a una hija a espaldas de Manuel. En siete años de matrimonio, Manuel nunca supo que tenía una hija de cinco años. Ella creyó que siete años de entrega total bastarían para calentar su frío corazón. Pero solo tres meses antes de que el acuerdo de divorcio entrara en vigor, descubrió con horror que su esposo también guardaba un secreto. La única dueña de su corazón era su propia cuñada. Siete años de entrega se revelaron como una farsa absurda y ridícula. Con el alma destrozada y sin esperanza, Leonor tomó la firme decisión de nunca confesarle la existencia de su hija. ¡Se divorció sin dudar, deshaciéndose del padre y quedándose con la hija! Solo lo veía como un simple medio para tener su hija. Hasta que Leonor, de ser una despreciada ama de casa, resurgió en la cima como la ganadora más joven del Premio de Medicina. Entonces, aquel hombre que siempre la había despreciado descubrió que ella había decidido divorciarse hacía mucho tiempo, que ya no lo quería. Y la existencia de su hija salió a la luz. El hombre, siempre frío y distante, la acorraló a plena vista de todos y preguntó entre dientes: —¿Divorcio? ¿Deshacerte de mí y quedarte con la niña? Cariño, ¿quieres acabar conmigo? Leonor, tomando de la mano a su hija, sonrió con serenidad: —Señor Ramírez, escuche bien. Mi hija se apellida Juárez, ¡no Ramírez!
Romance
49 viewsOngoing
Read
Add to library
Si Te Robas Mi Anillo, Te Haré Arrodillarte

Si Te Robas Mi Anillo, Te Haré Arrodillarte

Yo soy Isabela Cruz, hija del primer padrino de la Isla Santa Lucía. Crecí siendo rebelde, y mi padre, temiendo que por un arranque de impulsividad me casara con cualquier don nadie, decidió ordenar mi compromiso con Lucas Marino, heredero de la nueva y poderosa familia Marino. Aunque es un matrimonio político, al menos quería elegir mi propio anillo. Por eso asistí a la subasta privada de las familias mafiosas. Cuando el anillo de joya principal salió a la luz, levanté mi paleta de puja. Antes de que el martillo cayera, una voz femenina, arrogante y altiva, sonó a mi espalda: —¿Tú, una campesinita, quieres competir conmigo? ¡Doscientos mil! Si tienes dignidad, lárgate. El lugar quedó en un silencio repentino, roto solo por el clic sutil de las cámaras. Me giré y vi a una mujer con un vestido dorado de alta costura. Sonreía con desdén, como si toda la sala fuese su escenario personal. Antes de que pudiera responder, el subastador bajó el martillo con prisa. —¡Adjudicado! ¡Felicidades, señorita Sofía Duarte, por obtener el anillo estelar “Estrella Eterna”! Fruncí el ceño, sintiendo cómo me ardía el pecho. —¿Se puede cerrar una puja sin terminarla? Qué falta de reglas tiene este lugar. Sofía se volvió hacia mí, sus ojos recorriéndome de los pies a la cabeza con una frialdad cortante. —¿Reglas? —rió con desprecio—. Cariño, yo soy la ahijada favorita de Lucas Marino. Aquí, yo soy la regla. No pude evitar reír. Qué coincidencia tan divina: Lucas es justamente el nombre de mi prometido. Saqué el teléfono sin dudar. —Lucas, tu “ahijada” acaba de arrebatarme el anillo de compromiso que quería. Dime, ¿qué vas a hacer al respecto?
Short Story · Mafia
3.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Dinikahi CEO berstatus Duda

Dinikahi CEO berstatus Duda

AkaraLangitBiru
Pilihan berat kini Anna hadapi di detik-detik sisa hidupnya. Sungguh ia begitu dilema dengan apa yang menjadi pilihannya, gara-gara penyakit yang di idapnya sejak bangku kuliah membuat ia harus memutuskan antara hidup dan mati. Jika tetap dibiarkan hidup rasanya percuma sebab ia tidak akan bisa menjadi perempuan pada umumnya. ya, ia tidak akan pernah bisa memiliki anak sebab penyakit yang menggerogotinya mengharuskan ia berakhir di meja operasi untuk pengangkatan rahim. sungguh, ini tidak bisa di percaya. "Pikirkan baik-baik nak, sungguh Ayah dan ibumu tidak ingin kehilangan putri kesayangan satu-satunya. Cepat putuskan apa yang akan kamu pilih, ayah harap kamu mau mendengarkan perkataan dokter Darius. tak apa nak, jika kamu tidak bisa memiliki anak. Ayah dan ibumu ridho asalkan kamu kembali sehat" dengan nada bergetar Herman berujar. Matanya kini menatap sendu putri semata wayangnya, membuat Anna tak lagi bisa menahan kesedihan atas apa yang ia alami saat ini. "Tapi Ayah, Anna ingin memiliki anak seperti kebanyakan orang. Apalagi Mario, calon suami Anna itu selalu mengidam-idamkan anak yang lucu-lucu dariku. Bagaiman jika Mario tau? pasti ia akan kecewa dan meninggalkanku" rasa sesak kini menyelimuti rongga dadanya, ya tuhan ujian apa ini? "Lupakan Mario, fokuslah pada kesembuhanmu. Kita bisa cari solusinya nanti, jika dia benar-benar mencintaimu tanpa syarat, dia pasti akan tetap memilih bersamamu tapi jika tidak? ayah sudah siapkan calon suami yang lebih baik dari dia, dan insyaallah ia akan lebih menerima keadaanmu" bak di sambar petir siang bolong, kini yang Anna rasakan saat ini. Apa yang dikatakaan ayahnya sungguh menyayat luka dihatinya, batinnya seakan terasa tersiksa. Dadanya sesak, kepalanya kian terasa pening. Sekali lagi, pilihan mana yang harus dia ambil? menuruti kata dokter untuk di operasi dan menikah dengan laki-laki yang sudah ayahnya pilihkan atau tetap merasakan sakit dan menikah dengan Mario, kekasih tercintanya meski harapan hidupnya tidak akan lama lagi?
Romansa
107.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta Sejati Seorang Miliarder

Cinta Sejati Seorang Miliarder

"Halo, sobat .... Gimana kabarmu?" jawab Ronald saat dia mengangkat telepon. "Tolong! Aku nggak tahan lagi." Carissa terengah-engah, suaranya terdengar serak. "Sobat, ada apa? Kamu di mana sekarang? Aku jemput ya!" kata Ronald, mulai panik. Suara Carissa semakin tak karuan sambil menangis. "Aku di taman ... tolong, kamu harus datang .... Aku nggak bisa gini terus .... Dia mutusin aku .... Hatiku sakit banget! Sakit ...." Setiap kata terdengar gemetar, seakan hanya bicara saja sudah tidak ada tenaga lagi. "Taman yang mana? Tunggu aku, bertahanlah. Jangan mikir macem-macem. Aku janji bakal ada di sisimu. Kirim lokasimu ya?" Suara Ronald pun ikut gemetar. Hening. Cuma ada suara isak tangis tertahan dari seberang telepon. "Halo? Kamu dengar aku? Tolong kirim lokasi kamu biar aku bisa cari," pintanya, rasa takut mulai mencengkram perasaannya. Dia tahu Carissa sedang tak bisa berpikir jernih dan bisa saja nekat melakukan hal bodoh. "Carissa, ayolah. Kasih tahu aja kamu di mana. Aku sudah jalan, sudah di mobil," kata Ronald lagi, suara mesin mobil terdengar keras di latar belakang. Setelah beberapa detik yang terasa lama banget, HP-nya bergetar. Lokasi Carissa masuk ke HP-nya. Dia langsung tancap gas tanpa pikir panjang. Ban mobil berdecit kencang waktu dia ngebut di jalanan. Saat akhirnya sampai di taman, Ronald melihat Carissa duduk di bangku, kepala menunduk, bahunya gemetar. Ronald langsung lari menghampiri dan mengangkat dagu Carissa pelan-pelan. Dia kaget. Wajah Carissa pucat pasi, mata tertutup, air mata sudah mengering di pipi, dan mukanya terlihat kesakitan. Ronald tarik Carissa ke dalam pelukannya. Untuk beberapa saat, Carissa diam, lalu badannya jadi lemas. Tangannya terkulai di sisi tubuh. Panik langsung menyerbu Ronald. Carissa pingsan. Ronald langsung menggendong Carissa, membawanya ke mobil, dan menidurkannya di kursi belakang. Dia lalu banting pintu, nyalakan mesin, dan langsung ngebut ke rumah sakit.
Romansa
57 viewsOngoing
Read
Add to library
Mi Cuñada Quiso a Mi esposo Una Noche

Mi Cuñada Quiso a Mi esposo Una Noche

La noche de bodas, mi esposo Grey y yo estábamos en la habitación cuando Scarlett, la esposa de su hermano, entró tropezando, completamente borracha, y se le fue encima, abrazándolo sin soltarlo. —Keisha, mi esposo murió tan joven, yo de verdad quiero tener un hijo... —lloraba sin consuelo—. Préstamelo solo por una noche, ¿sí? Entre sollozos, me metió un juguete erótico en la mano. —Tú tranquila, mañana te lo regreso —dijo, hecha un mar de lágrimas—. Si de verdad te sientes muy sola, al menos puedes consolarte con esto. Me quedé helada, sin poder procesar lo que estaba pasando. Miré a Grey, que ya la sujetaba por los hombros con cuidado para que no se cayera. —¿Quieres irte a dormir con ella? —le pregunté, sin poder creerlo, con la voz temblorosa. Grey evitó mi mirada, pero al hablar, la voz le salió atropellada. —No pienses tonterías. Scarlett está borracha, no sabe lo que dice. Voy a llevarla a su cuarto para que descanse. Cuando vi que quería llevársela, me planté justo delante de la puerta y le bloqueé el paso. —Grey, hoy es nuestra noche de bodas —insistí—. ¿En serio te vas a ir con ella? Su expresión se ensombreció al instante y me quitó de en medio de un empujón. —Ya eres mi esposa, así que compórtate. No armes una escena por unos celos tontos. Luego se fue, llevándola en brazos con delicadeza, como si fuera un cristal frágil. Quise correr detrás de ellos y detenerlos, pero al ver en sus ojos esa preocupación tan intensa por ella, de pronto todo me quedó claro. El amor de ese hombre ya no era solo para mí. Y si era así, ¿para qué seguir aferrada a un matrimonio donde el cariño ya se había echado a perder? Era hora de soltar... y marcharme de una vez.
Short Story · Romance
3.4K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
202122232425
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status