Virginity For Sale
Dan entah kenapa, ia yakin sekali jika Maura akan lebih pantas untuk mengenakan warna putih.
Pasti sangat sesuai di kulitnya yang halus dan tampak bersinar itu, dan akan semakin mempertegas warna pekat rambutnya yang panjang itu.
"Aku akan menunggumu di kamar mandi," ucap Raven sembari meraup helai-helai halus rambut hitam Maura, lalu menggesekkannya di antara jemarinya.
"Kenapa aromamu seperti es krim?" Tanya Raven dengan pandangan yang lekat dari abu-abu maniknya tertuju kepada Maura, tanpa melepaskan jarinya dari rambut gadis itu.
Hot Chapters