Pernah membaca 'Negeri Para Bedebah' karya Tere Liye? Di sana ada sosok mirip guardian angel yang muncul sebagai penjaga spiritual dengan sentuhan lokal. Uniknya, karakter ini tidak selalu digambarkan bersayap seperti dalam tradisi Barat, melainkan lebih seperti roh leluhur atau makhluk gaib yang melindungi tokoh utama. Konsep guardian angel dalam novel fantasi Indonesia sering diadaptasi dengan nuansa mitologi Nusantara.
Beberapa penulis muda juga mulai bereksperimen dengan ide serupa, misalnya di 'Rantau 1 Muara' yang menampilkan 'penunggu' sebagai pelindung tak kasatmata. Justru karena tidak disebut langsung sebagai guardian angel, konsep ini terasa lebih segar dan kental dengan budaya lokal. Menarik bagaimana mereka mengolah tema universal tapi memberi bumbu khas Indonesia.