Dear Gavin (INDONESIA)
Mataku menatapnya dengan berani, dan jelas terlihat ada sedikit ketakutan di balik manik matanya yang mulai bergetar, begitu aku menantang dengan tatapan tajam penuh dendam untuk membalas perlakuannya hari ini.
“Mmm … aku pergi dulu, lihat, dia tidak berhenti menghubungi,” ucapnya sembari terburu-buru melewatiku dengan ponsel berbunyi tanpa henti. Sekilas tadi, aku melihat nama Gavin tertera di layar.
Setelah kepergian wanita itu, ruang toilet berubah hening. Dan aku terdiam cukup lama, begitu pula teman-temanku yang tidak tahu hendak berbuat apa.
Hot Chapters