Mimpi Buruk Dunia Persilatan
Canda tawa menghiasi perjalanan, perlahan matahari mulai tenggelam, tiga sosok memutuskan untuk berpisah dan melanjutkan perjalanan besok pagi, api unggun dinyalakan, daging kering dibakar, sambil menunggu daging matang An Hui menghibur cucunya dengan cara membacakan sebuah puisi.
"Hidup seperti air mengalir!"
"Jangan lengah atau berlebih!"
"Angsa emas makan ikan!"
"Dewi turun dari pelangi, menari-nari?"
"Melangkah maju dan mundur!"
"Tergantung pilihan!"
"Langit bergemuruh memberikan semangat, bumi bergetar dalam diam, berteriak kepada dunia!"
"Hore….!
"Wah, puisi yang bagus!"
Bab Populer