Love Affair (Bahasa Indonesia)
Oh, aku malu sekali.
Aku mematung saat dia mengubah posisi duduknya, dia menempelkan dadanya pada punggungku. Sontak aku kaget, aku pun segera bangkit. Akan tetapi dia selalu bisa mencegahku, dalam artian tidak benar-benar mencegah, karena dia hanya menarik lembut pergelangan tanganku, dan aku sendirilah yang patuh untuk kembali berada di dekapannya. Merasakan kulit kami saling bersentuhan sama lain, aku termenung menikmati setiap detik kebersamaan yang langka ini. Hanya dia yang bisa menciptakan sensasi yang tidak biasa.
"Strawberry shampoo. Sungguh? Kau mempunyai selera yang sama dengan Molly." Ucapnya seraya melarikan jarinya pada rambutku, kemudian menciumnya.