Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku
Selama perjalanan, Wulan tidak henti-hentinya bercerita tentang pengalamannya di luar kota, tentang pekerjaan yang harus dia selesaikan, dan tentang betapa bosannya dia dengan semua itu.
Kami tiba di sebuah warung sate di pinggir jalan yang cukup ramai, tempat yang terkenal dengan sate kambingnya yang lezat. Kami memesan dua porsi sate dan nasi, lalu duduk di kursi plastik yang sederhana.
"Jadi, cerita apa yang mau kamu kasih tahu?" tanyaku, mencoba mencairkan suasana.
Wulan tersenyum misterius. "Sebenarnya, ini bukan cerita yang bagus. Lebih tepatnya, sebuah kejutan."