Pembalasan Untuk Pengkhianat
rengekku manja, sambil tertawa geli.
"Iya nih, mentang-mentang mau melepas status janda! Makanya meledek kita yang masih janda," sungut Tante.
Aku terkekeh. "Tan, Tante yang paling lama sendiri, jangan lama-lama, Tan. Ntar karatan tuh anu ...."
"Astaga ...." Tante memekik, kemudian melemparkan bantal sofa ke arahku.
"Liat tuh kak, anak kamu! Masa Tantenya sendiri di ledekkin."