Holiday to Wedding Day
Mama meraih mug dari tanganku, "Kamu kenapa tadi, kok nangis?"
"Ba Batik, Ma." kataku dengan sangat hati-hati, "Di dia ke sini un untuk … Eh, ma mau nga ngasih enggg …?"
Sabar, Mama memegangi kedua pundakku. "Tenang, tenang Hill."
Aku memejamkan mata rapat-rapat, mendesah berat lalu menghela napas panjang. Tak pernah kusangka sebelumnya, ternyata. Menceritakan tentang Batik jauh lebih menegangkan dari pada ujian akhir skripsi, sungguh. Ugh! Kenapa sih, aku harus berteman dekat dengannya dulu? Padahal hanya gara-gara Kartu Mahasiswa yang tertukar, lho. Setelah itu semuanya mengalir begitu saja.
ตอนยอดนิยม