RAHASIA IBU
Sebuah kecupan lembut mendarat di bibirku.
“Mas, kalau kita punya anak, apa Wulan akan terus bantuin Mas mandi seperti ini?”
“Iya, dong. Ini wajib.” Mas David memutar kran air, hingga tetesan air hangat jatuh membasahi kami.
“Tuh, jadi basah, kan?”
“Sekalian mandi bareng.” Tangan jahil itu bergerak membuka kancing piamaku satu per satu.
Kuhentikan tangan itu, lalu menatap si pemilik yang tampak bingung. “Mas saja yang mandi duluan, Wulan nanti saja.”