Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MEN FOR MEN

MEN FOR MEN

Choley who is a gay and enjoys being penetrated has subtly convince his boss Peter Jackson who is a billionaire CEO of the popular beverage producing company in the town in a one time experience before traveling out of town . His boss Peter Jackson has come to love the experience of penetrating only men that he just wants to do it again and again. Allthough he has done it with some folks around but couldn't get that satisfaction he got in a one night experience in the bathroom with his former personal assistant choley. The Billionaire CEO'S search for a permanent mate for penetration seems to come faster than expected when Jeffrey a young highschool graduate applied for a vacancy as a cleaner and was employed. The Billionaire CEO has set his eyes on him from the first day. The New employee noticed the move, tried avoiding and even trying confiding on his Dad Andrey that makes matter worse because he believes that his son is a good for nothing forsaken beach. Finally, Jeffrey gave in, had a good time experience in the bathroom with the Billionaire CEO who immediately elevated him from a cleaner to an assistant director with a lots of benefits changing his status within months. Jeffrey a rejected god forsaken beach son has suddenly become popular with thousands of dollars in account. Let's see if he was able to manage the fame and the new life he suddenly found himself.
MM Romance
1.2K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Risky Desires: Dark Erotic Short Stories.

Risky Desires: Dark Erotic Short Stories.

⚠️⚠️Warning!⚠️⚠️ Contents of this book contains STRAIGHT, LESBIAN and GAY sex. If you're not into all three, I’d advise you to stop here. But if you love them all…then I dare you to read these hot stories without craving forbidden pleasure. ~~ “You want that, don't you?” Rocco asked, pinching my left nipple through my top as he rubbed himself against my thighs. A helpless sound escaped my lips, my lungs now begging for air under his chokehold. He pinched my nipple once more, cupping my boob in a tight squeeze. I whimpered, both from the pressure on my neck, and the teasing on my nipples. “No baby. Use your words,” he instructed, his hand moving to my right boob. When Thalia–an assassin–was sent to murder her latest target, she expected a quick mission. She didn't expect to be in bed with the man she was meant to destroy. Caught between duty and desire, one mistake could cost her everything. Because if her boss finds out… She won't live to tell the story. In this erotic collection, pleasure is dangerous and survival? Never guaranteed.
Romance
439 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
His Male Luna

His Male Luna

"I, Alpha Killan Raiden Leonidas, hereby reject you as my mate." When Ackerly Ciro Galeno heard these rejection from his mate because his sexual orientation, the man wanted to die and just vanished without traces. He became depressed and hurt, but he realized that he needed to move on because he was already used to being rejected by everyone. Alpha Killan then realized he needed his mate. It's his turn to go after his mate, but how can he prove his good intentions if Ackerly doesn't want anything to do with him?
Werewolf
5.314.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
The Alpha’s Professor Mate: A Werepriest But His Obsession

The Alpha’s Professor Mate: A Werepriest But His Obsession

Alpha Caleb watched as his mate, Luca, was killed in a rogue attack. He never thought he’d feel anything again—until he met him. Padre Leonardo is not just a priest—he’s young, handsome, and hot. When they meet at Luca’s funeral, something deep stirs between them. Their mate bond awakens, wild and real. They try to ignore it. But one drunken night of raw and forbidden passion changes everything. By morning, Leonardo realizes who he is, he’s ashamed and promises never to see Caleb again. Caleb sinks with despair but manages to tell himself to move on. Weeks later, fate brings Leonardo back—this time, as Caleb’s new professor. The bond is still there. Hotter. Heavier. But now they must pretend. They must hide. Their bodies find each other again, over and over—on desks, in basements, behind church doors. Each touch is hotter than the last. Every kiss tastes like sin. But Caleb wants more. He wants love. He wants forever. Then, the danger begins. Two gay wolves are caught and punished. A strict law is passed. Caleb’s jealous classmate moves into his room. Leonardo falls sick—but hides the truth. He is dying. The only thing that can save him is the very thing they are not allowed to have. Caleb finds out everything. He moves in with Leonardo, swearing to save him. The more they hide, the more they fall. But someone is watching. A blurry photo is leaked. A kiss, a hand, a whisper. Leonardo is exposed. The Alpha is furious. And now Caleb must choose. Will he give up his title to save the man he loves? Or will he lose Leonardo forever—this time, not to death, but to shame, law, and a secret that’s no longer theirs to protect?
LGBTQ+
10699 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Cinta Dan Benci Biarlah Diakhiri Dengan Kematian

Cinta Dan Benci Biarlah Diakhiri Dengan Kematian

Suamiku, Roni Jatmiko, yang menggunakan kornea mataku, memaksaku berlutut dan menirukan suara anjing. Putriku yang di dalam tubuhnya berdetak jantungku, dengan lantang berkata bahwa aku tidak pantas menjadi ibunya. Sebelum jantung buatan di tubuhku berhenti berdetak, aku menelepon suamiku. Namun dia justru membentak aku dengan dingin, “Luna, bisakah kamu berhenti buat keributan?! Kalau memang mau mati, pergi saja jauh-jauh! Aku tidak mau mengurus mayatmu!” Saat itu, di tengah hamparan salju, aku hanya bisa menutup satu-satunya mata kiriku yang tersisa. Kemudian, suami yang tak pernah mencintaiku itu menggali keluar bola matanya sendiri. Putri yang tak mau mengakui aku itu berkali-kali mencoba bunuh diri, hanya demi bisa menemuiku sekali saja. Namun aku ... sudah tak lagi menantikan cinta dari mereka.
Baca
Tambahkan
Penyesalan Abang dan Calon Suami

Penyesalan Abang dan Calon Suami

Pada kehidupan sebelumnya, demi sahabat baikku, abang dan calon suamiku bersekongkol untuk menghancurkan perusahaanku. Ketika melihat aku yang gulung tikar berdiri di tengah hujan deras, mereka berdiri di samping sahabat baikku sembari mentertawakanku. “Rose, kamu seperti seekor anjing saja!” Saat aku membuka mataku kembali, aku kembali ke acara tender proyek pada tiga tahun silam. Awal berdirinya perusahaan pada kehidupan sebelumnya, abang dan calon suamiku memperingatiku. Mereka tidak mengizinkan aku memanfaatkan kekuatan Keluarga Tiara dan Keluarga Qindara. Katanya, perbuatanku tidaklah adil bagi orang lain. Namun di balik itu, mereka justru menggunakan berbagai alasan untuk memberikan proyek kepada sahabat baikku demi mengembalikan senyum manisnya. Saat aku terlahir kembali, aku melihat mereka berdua sama seperti kehidupan sebelumnya, diam-diam mengambil proyek yang seharusnya menjadi milikku kepada sahabat baikku. Akhirnya aku pun telah patah semangat. Sewaktu mereka mengetahui kabar aku hendak ke luar negeri, abang dan calon suamiku memasang kembang api semalaman demi merayakan akhirnya terbebas dari beban sepertiku. Namun pada acara tender Grup Arkava pada tiga tahun berikutnya, aku menggunakan statusku sebagai istri presdir berpidato di atas panggung. Kedua mata mereka berdua malah memerah.
Baca
Tambahkan
Perawatan Khusus untuk Ibu Hamil

Perawatan Khusus untuk Ibu Hamil

Tangan pria itu menyusup ke dalam pakaianku, menyusuri punggungku yang halus dan dingin, bergerak perlahan seolah menelusuri setiap inci kulitku. Aku terdiam di pelukannya, tak berani bergerak sedikit pun. Di telingaku, suaranya yang dalam dan menggoda berbisik, "Katakan, apa kamu menginginkanku?" Saat itu, di kamar sebelah, sang majikan dan kekasihnya sedang berlatih "yoga berpasangan". Getar hasrat dalam diriku pun perlahan mulai tergugah! Aku rasa aku sudah kehilangan akal. Jangan-jangan aku juga ingin melakukan hal yang sama seperti mereka yang ada di kamar sebelah?
Cerita Pendek · Gairah
5.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Saat hendak pergi dari restoran milik adikku, tiba-tiba aku dipanggil oleh manajernya, “Permisi kak, kamu belum bayar.” Melihat wajah asing itu, aku pikir dia karyawan baru yang belum mengenalku. Jadi, aku menjelaskan dengan ramah, “Tagihkan ke bos kalian saja, dia tahu.” Manajer itu pun menatapku dengan jijik, “Kak, restoran kami ini michelin bintang tiga. Kami nggak pernah ada sistem utang seperti itu.” Usai bicara, dia menyerahkan selembar tagihan yang sudah dicetak. Aku menunduk dan melirik, sekali makan harganya satu miliar. Biaya perawatan alat makan yang kinclong, enam puluh juta. Biaya pembersihan udara khusus, seratus juta. Biaya layanan penenang suasana hati tamu VIP, dua ratus juta. Dan banyak biaya aneh lainnya lagi. Aku bahkan tidak tahu adikku membuka bisnis gelap seperti ini. Aku sampai tertawa kesal di tempat, “Aku ini kakaknya Pak Oscar. Kalau ada masalah, suruh dia pulang dan bicarakan denganku.” Namun, dia tetap mengeyel, “Makan saja nggak mampu bayar, masih sok kenal dengan Pak Oscar segala.” Aku langsung mengirim pesan ke sekretaris, [Tolong bilang ke adikku, pecat perempuan ini atau aku tarik investasinya.]
Baca
Tambahkan
Hubungan yang Tidak Jelas

Hubungan yang Tidak Jelas

“Kamu cepat ya, aku tidur dengan ibu angkatmu, tadi beralasan ke kamar mandi untuk datang ke sini.” Sahabat ibu angkatku pernah melihat kekuatanku, malam hari dia diam-diam masuk ke kamarku. Wajah cantiknya memerah karena malu dan berseri-seri, tatapan matanya memikat hingga bisa meneteskan air. “Bibi Nia, kamu .…” Tubuhku kaku dan sedikit bingung, Bibi Nia sudah berlutut menelusuri kasur, membuka mulutnya dan mendekat ke sana.… Sedangkan ketika aku mendongak, melalui celah pintu tepat terlihat mata ibu angkatku yang terbelalak.
Cerita Pendek · Gairah
1.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Pada bulan ketiga sejak suamiku dinyatakan hilang secara misterius, aku justru melihatnya di sebuah bar. Ia sedang merangkul bahu sahabat wanitanya dan tertawa lepas tanpa beban. “Untung saja kamu kasih ide itu. Kalau tidak, aku hampir lupa rasanya kebebasan.” Teman-teman di sekelilingnya mengangkat gelas dan bersulang satu demi satu, sambil bertanya kapan ia berencana muncul kembali. Ia menunduk sejenak, berpikir. “Mungkin seminggu lagi. Tunggu sampai dia benar-benar mencariku sampai gila baru aku muncul.” Aku berdiri di sudut gelap, memandangnya menikmati kebebasan itu. Lalu, aku menelepon seorang teman yang bekerja di bagian administrasi kependudukan.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
3435363738
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status