DIKIRA MENANTU MISKIN
lanjut Bang Andi dengan percaya diri, sambil menunjuk ke arah suamiku.
Apa-apaan ini? Dengan percaya dirinya Bang Andi menyebut suamiku asisten rumahannya?
“Eh, teman-teman Andi sudah datang rupanya? Saya Ayu, mertuanya Andi. Oh iya, asisten Andi itu, selain jadi asisten, dia juga pembantu di rumah ini. Pembantu kami di sini memang laki-laki,” tiba-tiba Ibu datang dengan ucapan yang ngawur. Ini sudah di luar batas!