Kehamilanku Adalah Penyelamat Anak Wanita Lain
"Ghava, kalau Adele tahu kamu buat dia hamil cuma karena mau pakai darah tali pusarnya untuk menyelamatkan anak kita, apakah dia akan marah?"
Suara Renata terdengar lembut dan pelan, tetapi setiap katanya seperti jarum yang menusuk gendang telinga Adele.
Detik berikutnya terdengar suara Ghava tanpa sedikit pun emosi, "Dia nggak berhak marah. Itu memang sudah seharusnya dia lakukan."
"Dulu dia mati-matian naik ke ranjangku dan maksa aku menikahinya. Malah seharusnya dia merasa beruntung kalau anak yang dikandungnya itu bisa berguna."
Adele bersandar di dinding yang dingin. Lembar hasil pemeriksaan kehamilan terlepas dari sela jarinya lalu jatuh melayang ke lantai.