Perawan Untuk Om Duda
Panji berkacak pinggang, dagunya terangkat angkuh seolah gadis di hadapannya itu sudah dipastikan akan kalah.
Selma menuding wajah Panji. “Apa kamu pikir aku sudi buka baju cuma buat pembuktian nggak penting kaya gitu? Tcih!” Gadis itu tertawa sumbang, lalu berdesis, “Modus Anda murahan sekali, Tuan Antaraxa.”
“Kamu yang murahan,” timpal Panji.
“Apa, Om?” Pita suara Selma melengking, membela harga dirinya yang lagi-lagi dilukai.