Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Husband or My Teacher

My Husband or My Teacher

“Rasanya aku ingin kembali lagi ke masa kecilku, di mana aku hanya takut dimarahi oleh Mama karena ketahuan mengompol, daripada harus terlibat di percintaan orang dewasa yang rumit.” ~♥~♥~♥~ Dinda dan Nata adalah teman sekelas sejak kelas sepuluh. Kondisi kurikulum sekarang yang mengharuskan tidak ada perombakan kelas, membuat para siswa harus terus ada di kelas yang sama dengan teman sekelas yang sama pula, sampai mereka lulus.Nata kebagian kelas IPA 2. Artinya ia akan ada di kelas IPA 2 hingga kelas XII nanti. Yang Adel dengar, awalnya mereka tidak dekat sama sekali, tetapi sejak mereka sering terlibat dalam satu kelompok, Nata merasa ada satu hal dari Dinda yang cocok dengannya. Apalagi k
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai cerpen teman masa kecil
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Pesan itu ditulis dalam bahasa yang sangat kuno, bahasa yang digunakan oleh Sang Penulis Muda saat ia masih berusia lima tahun. "Jangan lupakan teman imajinasimu yang pertama." Tiba-tiba, sebuah ingatan muncul di pikiran Nara. Ia ingat sosok seekor naga kecil berkepala singa bernama 'Gema' yang selalu menemaninya di awal-awal ia diciptakan, namun kemudian menghilang saat cerita menjadi semakin kompleks. "Nara, Arka mendeteksi adanya denyut jantung yang lemah di bawah lapisan Nursery ini," kata Arka. "Sangat dalam, seolah-olah ia tertimbun oleh jutaan lapisan plot yang lebih baru."
715 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai cerpen teman masa kecil
Baca
+Pustaka
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Cerita itu mengalir begitu saja, ringan dan tanpa beban. "Mungkin karena sering sendirian itu, aku jadi cari teman apa aja yang lewat. Dulu aku pernah pelihara anak kelelawar yang jatuh dari pohon, suapin susu pakai jari. Pernah juga diam-diam ngelepasin tikus-tikus yang kejepit perangkap di dapur rumah." Dimas tertawa, namun sedetik kemudian wajahnya berubah kecut.
825 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai cerpen teman masa kecil
Baca
+Pustaka
ZOE

ZOE

Ia menyunggingkan senyum, "Kalau kau? Kau juga punya cerita seperti itu?" Kepalaku mengangguk, "Mirip dengan ceritamu. Aku juga punya seorang teman masa kecil. Seorang laki-laki yang lebih tua dua atau tiga tahun dariku. Walau begitu, ia sangat cengeng. Ketika bunga ibunya layu ia menangis, ketika aku datang kerumahnya dengan tangan berdarah ia menangis, ketika mainan kayunya patah ia menangis dan hal-hal kecil lain yang sebenarnya tak pantas ditangisi. Tapi anehnya, bukannya muak, aku malah lega melihat seseorang menangis. Apalagi menangis untuk kesedihanku."
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai cerpen teman masa kecil
Baca
+Pustaka
Ayo Menikah, Mas Duda!

Ayo Menikah, Mas Duda!

Aroma samar kapur tulis tercium samar, membangkitkan kenangan kelas-kelas kecil di masa sekolah dasar. “Kamu masih ingat taman kecil di belakang rumah nenekmu? Tempat kita sembunyi saat hujan pertama datang? Aku ingat kamu suka melipat daun jambu jadi perahu. Aku menunggu kamu kembali. Tapi kamu hilang. – R” Aster terdiam. Dunia seperti berhenti sejenak. R. Raka. Andre. Semua teka-teki mulai tersambung.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai cerpen teman masa kecil
Baca
+Pustaka
Om Teman Masa Kecil Ayah

Om Teman Masa Kecil Ayah

"Kalian saling kenal?" Aku mengerutkan dahi, khawatir pria itu akan menceritakan kejadian di bus. Jika itu terjadi, pasti ayah akan menghukumku! Teringat hukuman-hukuman sebelumnya, tubuh bagian bawahku makin basah. "Dia Om Andra yang sering Ayah ceritakan. Kami berteman sejak kecil, bahkan nama kami sama!" Teman masa kecil? Teman masa kecil sekeren ini, tapi ayah tidak pernah membawanya pulang?
9.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai cerpen teman masa kecil
Baca
+Pustaka
Memutuskan Pria yang Tak Pernah Hadir Untukku

Memutuskan Pria yang Tak Pernah Hadir Untukku

Sampai suatu hari, di perjalanan membeli sayur, aku bertemu dengan Arkan, teman SD-ku sekaligus teman sebangku saat SMP. Dia tumbuh lebih tinggi, lebih dewasa, dan membuka sebuah toko kecil kerajinan tangan di sudut jalan. Kami mengobrol lama. Tentang masa lalu, masa kini, dan juga masa depan. Di akhir percakapan, aku mengajaknya pulang ke rumah untuk makan bersama. Dulu, setiap kali pulang sekolah dan ibuku datang menjemput, Arkan selalu berebut memanggil "Mama" lebih dulu dariku. Tingkahnya ini membuat orang tertawa sekaligus bingung.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai cerpen teman masa kecil
Baca
+Pustaka
Benih Haram Sahabatku

Benih Haram Sahabatku

"Pulang sekarang." Sepanjang perjalanan mereka asyik bercerita, menyambung apa yang tadi sempat dibicarakan saat makan. Hampir semua yang dibicarakan adalah masa indah saat di remaja. Guru, sekolah, teman-teman, pelajaran. Kebersamaan yang tak habis hingga sekarang. "Gue gemetaran waktu bonceng lu naik motor. Apalagi pas lu meluk, panas dingin gue." Andra bercerita sambil bersenda gurau.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai cerpen teman masa kecil
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

tanya Rafa. “Sering. Justru itu waktu paling banyak cerita,” jawab Rendra. Mereka mulai berbagi kisah masa kecil—hal-hal yang tak pernah masuk obrolan sehari-hari. Tentang sepeda pertama, tentang guru galak, tentang hujan yang bocor di atap rumah lama.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai cerpen teman masa kecil
Baca
+Pustaka
RUMAH EYANG

RUMAH EYANG

Seandainya aku tumbuh besar di kampung ini, aku yakin, kami pasti jadi sahabat yang paling akrab. Kami larut dalam obrolan yang mengingat tentang masa kecil kami. Aku selalu tertawa setiap mereka menceritakan kelucuan-kelucuan yang kami lakukan di masa kecil dulu. Hanya Yoga yang tak terlalu banyak bicara. Katanya, dia Memang pendiam sejak kecil. Bicara seperlunya saja. Lebih suka bicara lewat tatapan matanya. "Bagaimana dengan Sinta? Bukannya dia sahabat kecil kita juga? Kamu yang bilang semalam Zain," tanyaku.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai cerpen teman masa kecil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status