Memutuskan Pria yang Tak Pernah Hadir Untukku
Sampai suatu hari, di perjalanan membeli sayur, aku bertemu dengan Arkan, teman SD-ku sekaligus teman sebangku saat SMP.
Dia tumbuh lebih tinggi, lebih dewasa, dan membuka sebuah toko kecil kerajinan tangan di sudut jalan. Kami mengobrol lama. Tentang masa lalu, masa kini, dan juga masa depan. Di akhir percakapan, aku mengajaknya pulang ke rumah untuk makan bersama.
Dulu, setiap kali pulang sekolah dan ibuku datang menjemput, Arkan selalu berebut memanggil "Mama" lebih dulu dariku. Tingkahnya ini membuat orang tertawa sekaligus bingung.