Masa Lalu Tanpa Suara
Malam ketika aku mengetahui bahwa aku hamil, aku melihat sebuah video tantangan berjudul "Beranikah Nggak."
Di kolom komentar, Tasya sahabatku menandai Galih, pacarku.
[Berani nggak kamu bilang ke dia, kalau kamu melepas alat bantu dengarnya setiap malam, karena takut dia tahu kamu tidur denganku di kamar sebelah?]
Galih menjawab dengan cepat.
[Nggak berani.]
[Tasya, jangan gila.]
Tasya membalas lagi: [Tenang, aku nggak akan bilang.]
[Aku juga sebentar lagi mati kok.]
[Satu-satunya harapan terakhirku sebelum mati adalah melihat kalian bahagia.]
Kolom komentar dipenuhi hujatan.
Namun, orang-orang itu tidak tahu.
Di masa kecilku, seorang pria di panti asuhan sering menjadikanku sasaran saat ma