Jerat Gairah Cinta Rahasia
“Aku mabuk, Kak Dom. Itu sebabnya… semua itu terjadi.”
Keheningan menyelimuti ruangan. Aku menarik napas kasar, lalu memaksakan senyum canggung.
“K-Kakak paham, ‘kan?” suaraku terdengar pelan dan tidak stabil. Jemariku saling meremas, seakan mencari pegangan. “Ketika mabuk… kadang kita tidak bisa berpikir jernih dan hanya menuruti keinginan biologis.” Aku menelan ludah, mataku tak berani menatapnya. “Awalnya aku ingin melakukan itu dengan Max, tapi karena pengkhianatannya … kekecewaanku terlalu dalam dan menelan logikaku, jadi saat bertemu Kak Dom … aku kehilangan kendali.”
Bab Populer