Cinta yang Salah
“Aku sebenarnya belum siap, Dear. Apalagi kalau memikirkan soal restu orang tuamu. Rasa takut mendadak muncul di dalam hati, Dear.”
“Kamu harus siap, Ay. Kita lakukan bersama. Semua pasti baik-baik saja. Kamu harus ingat, Ay. Bagaimanapun nanti, aku tetap ada bersamamu. Keluargaku mau merestui atau nggak, aku nggak bakalan ninggalin kamu, Ay. Kamu nggak usah khawatir.”
Rambutnya yang pirang kubelai dengan penuh kasih sayang dan cinta. Aku rasa cinta di dalam hati ini begitu dalam. Di dunia ini tidak ada yang lebih penting selain Faniza. Mati pun aku rela.
Hot Chapters